Demonstrasi Rompi Kuning Meledak di Prancis Akibat Kenaikan BBM dan Harga Hidup
Aksi unjuk rasa nasional di Prancis meluas dengan bentrokan antara polisi dan massa, memprotes kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 53x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerusuhan memperburuk situasi di ibu kota Prancis saat aksi demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota, dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap kenaikan harga bahan bakar dan beban hidup yang terus membengkak. Massa yang mengenakan rompi kuning—simbol protes—menggugat kebijakan pemerintah yang dianggap tidak merata dan tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat. Aksi ini tidak hanya melibatkan warga biasa, tetapi juga pelajar, mahasiswa, guru, serta orang tua siswa yang menuntut perbaikan sistem pendidikan dan respons konkret dari pemerintah.
Demonstrasi yang dimulai secara damai di beberapa kota berubah menjadi bentrokan sengit saat polisi menggunakan gas air mata dan tindakan represif untuk membubarkan massa. Di Paris, sejumlah mobil terbakar setelah dilempar sepeda dan benda-benda lain oleh pengunjuk rasa, menciptakan suasana tegang yang meluas ke kawasan strategis. Aksi serupa terjadi di kota-kota besar lain seperti Marseille, Lyon, dan Toulouse, menunjukkan bahwa gerakan ini bukan hanya lokal, melainkan nasional dalam cakupan dan dampak.
Banyak kelompok masyarakat yang turut serta, termasuk serikat pekerja, buruh, petani, dan pensiunan, yang menyampaikan tuntutan terkait kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi. Mereka menilai bahwa kebijakan pemerintah gagal menangani ketimpangan dan menimbulkan beban tambahan bagi lapisan masyarakat menengah ke bawah. Kekerasan yang terjadi tidak hanya melibatkan massa dan polisi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran atas eskalasi konflik yang bisa berdampak pada stabilitas sosial.
Pemerintah Prancis tetap menegaskan bahwa kebijakan energi dan fiskal dirancang untuk jangka panjang, namun mengakui adanya kebutuhan evaluasi terhadap dampak sosialnya. Namun, aksi massa menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap kebijakan tersebut mulai menurun. Momentum ini menandai kembali ketegangan antara pemerintah dan rakyat, di mana keadilan ekonomi menjadi isu sentral dalam dinamika politik nasional.
Tujuan utama aksi ini adalah menekan pemerintah agar meninjau ulang kenaikan harga BBM dan mengimplementasikan kebijakan yang lebih inklusif, serta membuka ruang dialog yang nyata dengan masyarakat. Meskipun kekerasan terjadi, gerakan Rompi Kuning tetap menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan ekonomi yang dirasakan luas oleh berbagai lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

