Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstrasi Rompi Kuning Meledak di Prancis Akibat Kenaikan BBM dan Harga Hidup

Aksi unjuk rasa nasional di Prancis meluas dengan bentrokan antara polisi dan massa, memprotes kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 53x dibuka
Demonstrasi Rompi Kuning Meledak di Prancis Akibat Kenaikan BBM dan Harga Hidup📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kerusuhan memperburuk situasi di ibu kota Prancis saat aksi demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota, dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap kenaikan harga bahan bakar dan beban hidup yang terus membengkak. Massa yang mengenakan rompi kuning—simbol protes—menggugat kebijakan pemerintah yang dianggap tidak merata dan tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat. Aksi ini tidak hanya melibatkan warga biasa, tetapi juga pelajar, mahasiswa, guru, serta orang tua siswa yang menuntut perbaikan sistem pendidikan dan respons konkret dari pemerintah.

Demonstrasi yang dimulai secara damai di beberapa kota berubah menjadi bentrokan sengit saat polisi menggunakan gas air mata dan tindakan represif untuk membubarkan massa. Di Paris, sejumlah mobil terbakar setelah dilempar sepeda dan benda-benda lain oleh pengunjuk rasa, menciptakan suasana tegang yang meluas ke kawasan strategis. Aksi serupa terjadi di kota-kota besar lain seperti Marseille, Lyon, dan Toulouse, menunjukkan bahwa gerakan ini bukan hanya lokal, melainkan nasional dalam cakupan dan dampak.

Banyak kelompok masyarakat yang turut serta, termasuk serikat pekerja, buruh, petani, dan pensiunan, yang menyampaikan tuntutan terkait kesejahteraan sosial dan keadilan ekonomi. Mereka menilai bahwa kebijakan pemerintah gagal menangani ketimpangan dan menimbulkan beban tambahan bagi lapisan masyarakat menengah ke bawah. Kekerasan yang terjadi tidak hanya melibatkan massa dan polisi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran atas eskalasi konflik yang bisa berdampak pada stabilitas sosial.

Pemerintah Prancis tetap menegaskan bahwa kebijakan energi dan fiskal dirancang untuk jangka panjang, namun mengakui adanya kebutuhan evaluasi terhadap dampak sosialnya. Namun, aksi massa menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap kebijakan tersebut mulai menurun. Momentum ini menandai kembali ketegangan antara pemerintah dan rakyat, di mana keadilan ekonomi menjadi isu sentral dalam dinamika politik nasional.

Tujuan utama aksi ini adalah menekan pemerintah agar meninjau ulang kenaikan harga BBM dan mengimplementasikan kebijakan yang lebih inklusif, serta membuka ruang dialog yang nyata dengan masyarakat. Meskipun kekerasan terjadi, gerakan Rompi Kuning tetap menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan ekonomi yang dirasakan luas oleh berbagai lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya