Densus 88 Latih 100 PPPK Kemenag Sumsel Tangkal Radikalisme
Sebanyak 100 pegawai PPPK Kemenag Sumatera Selatan mendapat pembekalan dari Densus 88 Antiteror untuk mencegah penyebaran paham intoleransi dan terorisme melalui literasi digital dan moderasi beragama.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Densus 88 Antiteror Polri menggelar pelatihan khusus bagi 100 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Kementerian Agama Sumatera Selatan guna memperkuat upaya pencegahan radikalisme, intoleransi, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Kegiatan yang berlangsung di Palembang ini menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan sejak dini melalui pemahaman terhadap pola penyebaran ideologi ekstrem di tengah masyarakat.
Koordinator Tim Densus 88 AT Polri, Briptu M. Alfarezi, menegaskan bahwa aksi terorisme bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap yang dimulai dari sikap intoleransi, berkembang menjadi radikalisme, dan berakhir pada tindakan kekerasan. Ia menyoroti bahwa pelaku radikalisme cenderung menargetkan individu yang rentan secara sosial, psikologis, maupun lingkungan, seperti korban perundungan, anak dari keluarga terpecah, atau pengguna media digital tanpa pengawasan.
Dalam era digital yang kian kompleks, ruang maya menjadi medan baru dalam penyebaran ideologi ekstrem. Alfarezi menekankan bahwa meskipun internet memfasilitasi komunikasi dan edukasi, di sisi lain juga menjadi sarana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda radikal. Untuk itu, Densus 88 mengedukasi peserta dengan prinsip Stop, Cek, Pikir, Bagikan sebagai langkah antisipasi menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
Data dari tim pencegahan juga menunjukkan adanya 27 nomor ponsel di Sumatera Selatan yang teridentifikasi sebagai titik perhatian terkait penyebaran paham ekstrem. Dalam konteks ini, para PPPK Kemenag diminta menjadi agen perubahan di lingkungan kerja, masyarakat, dan ruang digital dengan berpegang pada empat konsensus dasar bangsa: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Alfarezi menegaskan bahwa terorisme tidak berasal dari agama tertentu, melainkan dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem sebagai alat untuk memperkuat ideologi mereka, bahkan bisa memanfaatkan agama mayoritas di berbagai negara. Edukasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja dan masyarakat yang tangguh terhadap pengaruh ideologi yang merusak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

