DPR Usul Kaji Ulang Batas Defisit APBN 3 Persen
Pemerintah tegaskan konsistensi menjaga defisit APBN di bawah 3 persen, meski DPR mendorong evaluasi atas batas tersebut untuk mendukung transformasi ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di bawah ambang batas 3 persen. Pernyataan ini disampaikan usai rapat dengan Komisi XI DPR RI dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait rancangan Undang-Undang Keuangan Negara. Juda menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kredibilitas fiskal jangka panjang dan stabilitas ekonomi makro.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengusulkan agar batas defisit APBN sebesar 3 persen dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, aturan tersebut perlu direvisi dalam konteks strategi nasional untuk keluar dari tekanan jebakan pendapatan menengah. Ia menilai batas defisit yang ketat saat ini menjadi hambatan dalam mendorong ekspansi belanja untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
Misbakhun menyoroti bahwa narasi yang terlalu menekankan angka 3 persen sebagai batas mutlak telah menghambat ruang kebijakan fiskal. Ia menekankan perlunya pendekatan yang lebih fleksibel, terutama di masa transisi ekonomi menuju negara berpenghasilan tinggi. Dengan demikian, kebijakan fiskal harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi eksternal dan kebutuhan pembangunan strategis.
Pernyataan ini menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai keseimbangan antara konsistensi fiskal dan kebutuhan stimulus ekonomi dalam kondisi krisis atau momentum transformasi struktural. Pemerintah tetap berpegang pada prinsip pengelolaan keuangan yang sehat, sementara DPR berupaya memastikan kebijakan fiskal tidak menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Resmi Jalani Prosedur Aksesi ke Bank BRICS
Indonesia tengah menjalani proses aksesi ke New Development Bank (NDB) dengan koordinasi lintas kementerian dan belum menentukan jumlah investasi awal.
17 September 2026

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp139 T, Penerima Manfaat Lebih dari 56 Juta Jiwa
Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 16 September 2026 mencapai Rp139,77 triliun, atau 63,89% dari pagu total, dengan 56,99 juta penerima manfaat dari target 74,5 juta.
17 September 2026

Haji Isam Resmi Akuisisi 10 Miliar Saham Bayan
Transaksi pengalihan saham pengendali PT Bayan Resources Tbk resmi ditandatangani, dengan Haji Isam sebagai pembeli utama melalui entitas Jhonlin Baratama.
17 September 2026

GEMS Peroleh Kredit US$42 Juta dari Bank Mandiri untuk Proyek Elektrifikasi
PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) mendapatkan fasilitas kredit US$42 juta dari Bank Mandiri melalui anak perusahaannya, Borneo Indobara, untuk pembiayaan proyek elektrifikasi area tambang.
17 September 2026
Berita Lainnya

38 Obat Alami Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Kamis, 17 September 2026, 22.49 WITA

LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi Gratis Delapan Hari
Kamis, 17 September 2026, 22.47 WITA

Kelok 23 Resmi Uji Coba, Tawarkan Akses dan Pemandangan Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

Meja Makan di Canggu yang Menyentuh Rasa dan Jiwa
Kamis, 17 September 2026, 22.45 WITA

VinFast Perkenalkan Ekosistem EV Lengkap di GIIAS Bandung 2026
Kamis, 17 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan Tiga Produk Wearable Baru di Indonesia
Kamis, 17 September 2026, 22.36 WITA

BUK Migas Langsung di Bawah Presiden dalam RUU Baru
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA

Prabowo Dorong Implementasi BBM Campuran Bioetanol 50%
Kamis, 17 September 2026, 22.35 WITA


