The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Terdesak ke Rp17.735/USD
Rupiah melemah ke level Rp17.735/US$ setelah The Fed resmi menaikkan suku bunga, menekan mata uang negara berkembang termasuk Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menguatkan tekanan di akhir perdagangan Kamis (17/9/2026), menutup sesi di posisi Rp17.735 per dolar AS, melemah 0,34% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini dipicu oleh keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menjadikannya 3,75%-4,00%. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh komite FOMC dalam pertemuan dua hari, menandai kenaikan pertama sejak Juli 2023.
Penguatan dolar AS terjadi seiring dengan inflasi AS yang masih tinggi, mencapai 3,4% secara tahunan pada Agustus 2026—masih di atas target 2% yang ditetapkan The Fed. Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi yang masih tinggi dan bertahan lama memerlukan kebijakan moneter yang tetap ketat. Ia menyatakan bahwa target inflasi belum tercapai, sehingga masih terbuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut hingga akhir tahun.
Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) bergerak stabil di atas level 100, meski sempat melemah 0,09% pada pukul 15.00 WIB menjadi 100,157. Kenaikan suku bunga AS memperkuat daya tarik aset berdenominasi dolar, menarik aliran modal global dan menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Tekanan tersebut terlihat sejak awal perdagangan, ketika rupiah dibuka di level Rp17.705/US$, lalu sempat menyentuh posisi terlemah harian di Rp17.765 sebelum memperbaiki keadaan menjelang penutupan.
Pengamat pasar, Rully Arya Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga pada rapat Dewan Gubernur 22–23 September mendatang. Namun, jika rupiah terus melemah menuju kisaran Rp17.850–Rp17.900/US$, BI bisa mempertimbangkan intervensi valas atau penyesuaian suku bunga melalui SRBI sebagai respons. Ia menekankan bahwa BI memiliki beberapa instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, dengan kenaikan suku bunga menjadi pilihan terakhir jika tekanan berlanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Tesla memperluas jaringan ASEAN dengan mendirikan anak perusahaan di Vietnam, fokus pada distribusi dan layanan, seiring persaingan ketat dengan produsen lokal seperti VinFast.
17 September 2026

Pendapatan PNBP Kemnaker Dominasi dari Izin Tenaga Asing
Pendapatan negara bukan pajak Kementerian Ketenagakerjaan mencapai hampir 779 miliar rupiah, sebagian besar berasal dari biaya izin tenaga kerja asing senilai US$100 per orang.
17 September 2026

Bursa Mineral Nasional Siap Beroperasi 4 Januari 2027
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis resmi dibentuk hari ini, dengan operasional perdana direncanakan pada 4 Januari 2027, sebagai langkah strategis penguatan tata kelola ekspor dan pembentukan harga acuan dalam negeri.
17 September 2026

INET Perkuat Lini Bisnis Kabel Laut dengan Akuisisi Saham SGI
INET menyelesaikan akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia senilai Rp280,4 miliar, memperluas cakupan usaha ke bidang EPC dan pemeliharaan kabel bawah laut.
17 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

PPN Kejawanan Dibangun Jadi Ikon Pariwisata dan Perikanan Modern
Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA


