Dry Ice Jadi Uji Coba Baru Atasi Asap Karhutla
BRIN menilai penggunaan dry ice untuk melemahkan lapisan inversi sebagai upaya menurunkan konsentrasi asap akibat kebakaran hutan, dengan evaluasi berbasis data atmosfer.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini menguji pendekatan inovatif dalam penanganan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyemaian dry ice, atau es kering, di wilayah terdampak. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi tantangan utama yang menghambat penurunan hujan: kondisi atmosfer stabil akibat fenomena inversi suhu. Dalam kondisi tersebut, lapisan udara hangat berada di atas udara dingin, menghambat pergerakan vertikal udara dan menyebabkan asap menumpuk di permukaan tanah.
Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, melalui Perekayasa Utama Florentinus Heru Widodo, menjelaskan bahwa dry ice memiliki suhu ekstrem sekitar minus 78,5 derajat Celsius. Saat dilepaskan ke atmosfer, bahan ini langsung mengalami sublimasi, berubah dari padat menjadi gas sambil menyerap panas dari lingkungan. Proses ini menciptakan pendinginan lokal yang diharapkan bisa memengaruhi stabilitas lapisan inversi, mendorong pergerakan udara vertikal, dan membuka peluang bagi awan hujan untuk terbentuk.
Namun, BRIN menegaskan bahwa hasilnya masih dalam tahap pengujian ilmiah. Mekanisme pendinginan lokal belum tentu cukup untuk mengubah kondisi atmosfer secara signifikan, terutama jika lapisan inversi memiliki cakupan luas dan kestabilan tinggi. Kegagalan dalam melemahkan lapisan ini berarti asap tetap terperangkap di dekat permukaan, tanpa dampak nyata terhadap perbaikan kualitas udara. Oleh karena itu, keberhasilan teknologi ini tidak bisa diukur dari asumsi konseptual semata.
Evaluasi dilakukan secara sistematis dengan memanfaatkan data atmosfer yang dikumpulkan sebelum, selama, dan sesudah penyemaian. Data tersebut meliputi profil suhu vertikal, kelembapan, ketinggian dan ketebalan lapisan inversi, serta parameter kestabilan udara. Pengamatan dilakukan melalui radiosonde dan data suhu dari penerbangan, yang membantu mengidentifikasi lokasi dan intensitas inversi. Hasil pengamatan ini menjadi dasar analisis untuk menilai apakah ada perubahan signifikan dalam struktur atmosfer.
BRIN menekankan bahwa efektivitas modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi atmosfer saat pelaksanaan. Tanpa data observasi yang akurat dan konsisten, sulit menilai dampak nyata dari penggunaan dry ice. Pendekatan ini bukan solusi instan, tetapi bagian dari upaya ilmiah terus-menerus untuk mencari cara mempercepat penurunan hujan di wilayah terdampak karhutla, terutama saat kondisi cuaca ekstrem menghambat intervensi konvensional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

