Dua Pejabat Utama Link Net Mundur Serentak
PT Link Net Tbk resmi mengumumkan pengunduran diri bersamaan dua petinggi perusahaan, termasuk Presiden Komisaris dan Direktur, tanpa dampak operasional pada perseroan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Link Net Tbk telah menerima surat pengunduran diri dari dua pejabat utama, yakni Vivek Sood selaku Presiden Komisaris dan Yosafat Marhasak Hutagalung sebagai Direktur, yang diserahkan pada 1 Oktober 2026. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, menandai pergantian struktur kepemimpinan di tingkat manajemen tinggi. Kedua surat pengunduran diri diserahkan secara terpisah namun dalam rentang waktu yang sama, menunjukkan koordinasi terhadap proses transisi kepemimpinan.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis, manajemen perusahaan menyatakan bahwa permohonan persetujuan atas pengunduran diri kedua petinggi akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham terdekat, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses ini menjadi bagian dari mekanisme tata kelola perusahaan yang transparan dan sesuai regulasi. Perusahaan juga menegaskan bahwa pergantian ini tidak akan memengaruhi operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara signifikan.
Sebagai emiten yang bergerak di bidang penyedia jaringan tetap berbasis kabel, layanan multimedia, serta akses internet dan telekomunikasi, Link Net menegaskan komitmen terhadap stabilitas layanan bagi pelanggan. Pihak perusahaan menilai bahwa struktur tata kelola yang telah ada mampu menyerap perubahan kepemimpinan tanpa gangguan.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai calon pengganti kedua posisi yang ditinggalkan. Proses pemilihan dan penetapan pengganti akan dilakukan sesuai prosedur internal dan persetujuan pemegang saham. Keputusan ini dipandang sebagai bagian dari dinamika kepemimpinan yang wajar dalam korporasi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dana Hijau Rp8.450 Triliun Dibutuhkan untuk Turunkan Emisi
Indonesia memerlukan dana Rp8.450 triliun hingga 2035 untuk mencapai target penurunan emisi, dengan pendanaan berasal dari dalam dan luar negeri melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
3 Oktober 2026

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Nilai Rp2.000 Triliun
China membangun kawasan perdagangan bebas di Hainan bernilai US$113 miliar untuk memperluas keterbukaan ekonomi dan menarik investasi global.
3 Oktober 2026

IHSG Terpuruk Akibat Reshuffle Kabinet dan Tekanan Asing
Indeks saham turun 1,02% ke level 6.009, dipicu pelemahan sektor dan aksi jual asing pasca-reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

Short Selling Dimulai, Hanya Satu Saham Ditransaksikan Hari Pertama
Dalam hari pertama pelaksanaan short selling, hanya satu saham yang diperdagangkan dari lima saham yang memenuhi syarat, dengan partisipasi 50 investor dan dua sekuritas yang telah siap.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tiga Desa di Aceh Jaya Dibangun Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Indonesia Raih Medali Perak di Final Padel Putri Asian Games 2026
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.27 WITA

Presiden Mesir Ajak Afrika Perkuat Solusi Damai dan Ekonomi Bersama
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Apple Perketat Akses Penuh Disk di macOS Akibat Ancaman AI
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.26 WITA

Matcha, Minuman Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Holistik
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.25 WITA

Minuman yang Aman dan Tidak Aman Disimpan di Tumbler
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

Korea Selatan Perluas Wisata Medis ke Daerah Lain
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.24 WITA

OpenAI Hentikan Pengembangan GPT-6.1 Astra Akibat Tanda Bahaya
Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.09 WITA

