Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekspor Indonesia Dipacu Lewat Perjanjian Dagang Global

Pemerintah dorong pemanfaatan FTA dan CEPA untuk tingkatkan ekspor melalui penurunan tarif dan akses pasar di Uni Eropa, Kanada, serta kawasan EAEU.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
Ekspor Indonesia Dipacu Lewat Perjanjian Dagang Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat strategi ekspor nasional dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas dan kemitraan ekonomi komprehensif yang telah atau akan diterapkan. Melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, fokus diberikan pada optimalisasi kesepakatan seperti Indonesia-Europa CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, dan Indonesia-Eurasian Economic Union FTA. Tujuannya adalah membuka ruang lebih luas bagi produk dalam negeri untuk bersaing secara kompetitif di pasar global.

Dalam paparannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa perjanjian dagang tersebut tidak hanya menurunkan atau menghapus tarif, tetapi juga menciptakan kepastian akses pasar yang lebih stabil. Dampak ekonomi yang diantisipasi cukup signifikan, dengan I-EU CEPA berpotensi menambah nilai ekspor Indonesia hingga USD 10,9 miliar, I-CA CEPA sekitar USD 1,6 miliar, dan I-EAEU FTA mencapai antara USD 2,2 miliar hingga USD 2,89 miliar. Angka-angka ini menjadi dasar bagi perencanaan strategis ekspor berbasis potensi pasar dan kapasitas produksi dalam negeri.

Analisis potensi ekspor menunjukkan sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi tumbuh pesat. Di pasar Uni Eropa, EFTA, dan Inggris, produk seperti kelapa sawit, kopi, kakao, karet, besi dan baja, kayu olahan, serta hasil perikanan menjadi prioritas utama. Di Kanada, minyak bumi, logam, produk kimia, kendaraan, mesin elektronik, dan kayu menjadi komoditas yang berpotensi mendapat akses pasar lebih luas. Sementara di kawasan EAEU, fokus pada produk kimia, bahan nabati, kendaraan, mineral, karet, dan plastik menunjukkan potensi ekspansi yang tinggi.

Khusus untuk produk tertentu seperti kelapa sawit, alas kaki, udang, karet alam, minyak atsiri, dan kopi, penghapusan tarif melalui I-EAEU FTA diharapkan menjadi katalis utama pertumbuhan ekspor. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara perjanjian dagang dan komoditas berbasis produksi domestik yang kuat. Dengan pendekatan ini, harapannya manfaat dari kesepakatan dagang dapat langsung berdampak pada kenaikan kinerja ekspor nasional dalam jangka menengah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya