Ekspor Indonesia Dipacu Lewat Perjanjian Dagang Global
Pemerintah dorong pemanfaatan FTA dan CEPA untuk tingkatkan ekspor melalui penurunan tarif dan akses pasar di Uni Eropa, Kanada, serta kawasan EAEU.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat strategi ekspor nasional dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas dan kemitraan ekonomi komprehensif yang telah atau akan diterapkan. Melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, fokus diberikan pada optimalisasi kesepakatan seperti Indonesia-Europa CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, dan Indonesia-Eurasian Economic Union FTA. Tujuannya adalah membuka ruang lebih luas bagi produk dalam negeri untuk bersaing secara kompetitif di pasar global.
Dalam paparannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa perjanjian dagang tersebut tidak hanya menurunkan atau menghapus tarif, tetapi juga menciptakan kepastian akses pasar yang lebih stabil. Dampak ekonomi yang diantisipasi cukup signifikan, dengan I-EU CEPA berpotensi menambah nilai ekspor Indonesia hingga USD 10,9 miliar, I-CA CEPA sekitar USD 1,6 miliar, dan I-EAEU FTA mencapai antara USD 2,2 miliar hingga USD 2,89 miliar. Angka-angka ini menjadi dasar bagi perencanaan strategis ekspor berbasis potensi pasar dan kapasitas produksi dalam negeri.
Analisis potensi ekspor menunjukkan sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi tumbuh pesat. Di pasar Uni Eropa, EFTA, dan Inggris, produk seperti kelapa sawit, kopi, kakao, karet, besi dan baja, kayu olahan, serta hasil perikanan menjadi prioritas utama. Di Kanada, minyak bumi, logam, produk kimia, kendaraan, mesin elektronik, dan kayu menjadi komoditas yang berpotensi mendapat akses pasar lebih luas. Sementara di kawasan EAEU, fokus pada produk kimia, bahan nabati, kendaraan, mineral, karet, dan plastik menunjukkan potensi ekspansi yang tinggi.
Khusus untuk produk tertentu seperti kelapa sawit, alas kaki, udang, karet alam, minyak atsiri, dan kopi, penghapusan tarif melalui I-EAEU FTA diharapkan menjadi katalis utama pertumbuhan ekspor. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara perjanjian dagang dan komoditas berbasis produksi domestik yang kuat. Dengan pendekatan ini, harapannya manfaat dari kesepakatan dagang dapat langsung berdampak pada kenaikan kinerja ekspor nasional dalam jangka menengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

