Enam Kandidat Tantang Posisi Dirjen WHO, Termasuk Menteri Kesehatan RI
Enam tokoh global, termasuk Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin, resmi mendaftar sebagai kandidat dirjen WHO untuk periode 2027.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.08 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima pendaftaran calon direktur jenderal dari enam kandidat yang bersaing untuk memimpin lembaga kesehatan global mulai 2027. Proses seleksi dibuka hingga 24 September, dan kandidat yang terdaftar berasal dari berbagai belahan dunia, mencerminkan komitmen terhadap keberagaman dan keberlanjutan kepemimpinan kesehatan global. Salah satu nama yang muncul adalah Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang telah mengajukan diri sebagai calon pemimpin WHO.
Kandidat lain yang telah resmi mendaftar antara lain Hans Kluge, mantan direktur regional WHO Eropa asal Belgia; Hanan Al-Kuwari, mantan menteri kesehatan Qatar; Hanan Balkhy, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur; Gevorg Tamamyan, dokter onkologi anak dari Botswana; serta Maria Neira, Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan Faktor Sosial Kesehatan WHO asal Spanyol. Masing-masing memiliki rekam jejak kuat dalam bidang kesehatan publik, manajemen krisis kesehatan, dan pengembangan kebijakan kesehatan nasional maupun global.
Pemilihan dirjen baru WHO akan dilakukan dalam Sidang ke-80 Majelis Kesehatan Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027. Jabatan tersebut akan berakhir setelah masa jabatan saat ini, yang dipimpin oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus, berakhir pada 15 Agustus 2027. Selama memimpin, Tedros menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk penanganan pandemi COVID-19, wabah Ebola, dan penyebaran virus mpox, yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh dan berkelanjutan dalam menjaga kesehatan global.
Pencalonan Budi Gunadi Sadikin telah disampaikan sebagai bagian dari tugas yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, menunjukkan komitmen tinggi Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan dunia. Keberhasilan kandidat akan menentukan arah kebijakan global dalam pencegahan penyakit, respons krisis kesehatan, dan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh populasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan duka dan kecaman atas tewasnya pemimpin tertinggi Khamenei dalam serangan AS-Israel, sambil menekankan korban sipil dan pelanggaran hukum internasional.
26 September 2026

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB
Pezeshkian menegaskan Iran tak akan menunduk terhadap tekanan AS, menolak blokade Selat Hormuz, dan menyalahkan Washington atas serangan yang menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak dan tokoh tinggi.
26 September 2026

Abbas Serukan Tindakan Global Hadapi Ancaman Kebangsaan Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan dunia akan ancaman eksistensi bangsa Palestina akibat kebijakan Israel yang melampaui batas hukum internasional.
26 September 2026

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah
Duta Besar Israel di PBB menghadirkan perangkat Starlink saat mendekati delegasi Iran, namun tidak mendapat respons, menegaskan ketegangan diplomatik yang tak kunjung mereda.
26 September 2026
Berita Lainnya

Pelabuhan Murhum Wujudkan Layanan Penumpang Terbaik di Sulawesi Tenggara
Sabtu, 26 September 2026, 13.23 WITA

Tempat Nongkrong di Bau-Bau yang Paling Asik Ada di Sini Sedhana
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

IHSG Terpuruk Sepekan, Pasar Modal kehilangan Rp361 Triliun
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

Beli iPhone 1TB di Luar Negeri? Siapkan Rp8 Juta di Bandara
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

Apple Luncurkan HP Lipat, Samsung Catat Lonjakan Penjualan
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Tujuh Hari Jika AS Setujui
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Dunia Seni Indonesia Berduka
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

