Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Era Media Sejahtera Rancang Transformasi Bisnis Besar

Perusahaan periklanan digital siap meluncurkan empat aksi korporasi strategis dengan nilai total Rp2 triliun untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan dan infrastruktur digital nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Era Media Sejahtera Rancang Transformasi Bisnis Besar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mempersiapkan transformasi besar dengan meluncurkan empat langkah korporasi terintegrasi, sebagai bagian dari rencana strategis mengubah wajah bisnis dari perusahaan periklanan digital menjadi penyedia infrastruktur ekosistem kecerdasan artifisial (AI) terpadu di Indonesia. Langkah ini diinisiasi atas kendali pemegang saham pengendali baru, PT Sinergi Internasional Investama (SII), dan mencakup pengambilalihan saham mayoritas di PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

Transaksi akuisisi melibatkan pembelian 6,685 miliar lembar saham INET dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) dengan harga Rp300 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp2,005 triliun. Angka ini setara dengan 647,90% dari total ekuitas konsolidasi perseroan per 30 Juni 2026, menunjukkan komitmen kuat terhadap ekspansi infrastruktur digital. Integrasi INET diharapkan memperkuat lima pilar utama bisnis, yaitu pusat data berbasis AI, konektivitas berkecepatan tinggi, jaringan serat optik darat, jaringan serat optik bawah laut, serta energi hijau melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Untuk mendukung pendanaan, perseroan akan mengandalkan empat mekanisme pendanaan terstruktur. Pertama, fasilitas pinjaman dari pemegang saham (shareholder loan) dari SII senilai maksimal Rp5 triliun dengan jangka waktu 10 tahun dan suku bunga 7,50% per tahun, di mana tahap pertama sebesar Rp2 triliun akan digunakan untuk pembayaran akuisisi. Kedua, dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang tersisa sebesar Rp120 miliar akan dialihkan sebagai setoran modal kepada anak perusahaan, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI), untuk menunjang proses akuisisi.

Ketiga, perseroan akan melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) sebanyak maksimal 154,77 miliar saham baru, disertai penerbitan waran serii II. Keempat, dilakukan restrukturisasi tata kelola perusahaan, termasuk perubahan nama, alamat kantor, penyesuaian maksud dan tujuan usaha sesuai KBLI 2025, serta perubahan susunan direksi dan komisaris. Seluruh aksi tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya