Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Fisioterapi untuk Pemulihan dan Pencegahan Cedera di Kalangan Atlet

Fisioterapi bukan hanya untuk pemulihan pasca-cedera, tetapi juga alat penting dalam menjaga performa dan mencegah cedera pada atlet, termasuk tim tenis meja nasional dalam persiapan Asian Games 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.38 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Fisioterapi untuk Pemulihan dan Pencegahan Cedera di Kalangan Atlet📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Fisioterapi kini semakin dikenal sebagai elemen strategis dalam menjaga kesehatan fisik, bukan sekadar respons terhadap cedera. Layanan ini menawarkan pendekatan menyeluruh, mencakup pemulihan fungsi tubuh, peningkatan mobilitas, penguatan otot, serta pencegahan cedera akibat penggunaan berulang. Menurut data WHO, sekitar 2,4 miliar orang di dunia dapat memperoleh manfaat dari rehabilitasi, menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan ini meluas di berbagai kelompok, termasuk mereka yang aktif secara fisik tinggi.

Salah satu inisiatif yang menerapkan pendekatan ini adalah Physiorehab, klinik yang mengedepankan metode berbasis bukti dalam mendukung pemulihan dan peningkatan performa. Pendiri dan CEO klinik tersebut, Adam Salim, menegaskan bahwa visi utama organisasi bukan hanya menangani cedera, melainkan menjadi mitra dalam perjalanan kesehatan dan performa individu secara holistik. Pendekatan ini mencakup asesmen rutin, terapi manual, serta program penguatan dan mobilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Program khusus telah diterapkan dalam pendampingan Tim Tenis Meja Indonesia menjelang ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selama periode 10 Agustus hingga 17 September 2026, tim berlatih intensif di klinik cabang Gandaria, Jakarta Selatan, dengan dukungan dari tim pelatih nasional dan para fisioterapis dari Physiorehab. Setiap atlet menjalani asesmen fisik berkala, terapi manual untuk mengatasi ketegangan otot dan sendi, serta latihan penguatan khusus pada area bahu, pergelangan tangan, dan pinggang.

Simon Tri Prasetyo, Chief Physiotherapist di Physiorehab, menjelaskan bahwa latihan mobilitas dan stabilitas menjadi bagian integral dalam program ini. Tujuannya adalah memastikan tubuh mampu beradaptasi terhadap tekanan fisik tinggi tanpa mengalami overuse injury. Pelatih tim, Anton Suseno, menyatakan bahwa pendampingan fisioterapi sangat membantu menjaga kondisi atlet tetap prima selama masa persiapan yang menuntut intensitas tinggi. Dengan pendekatan preventif dan terukur, fisioterapi menjadi fondasi penting bagi keberhasilan atlet dalam kompetisi besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya