Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Jamin Stabilitas Pasar

Nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.012 per dolar AS, didorong tekanan global dan kebutuhan valas, namun BI menegaskan intervensi konsisten untuk jaga stabilitas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Tembus Rp18.012, BI Jamin Stabilitas Pasar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan pada Selasa (29/9), menyentuh level Rp18.012 per dolar AS pada pukul 11.11 WIB, melemah 0,19 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan kembali ketegangan di pasar keuangan global, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia yang menembus US$108 per barel. Tekanan tersebut diperparah oleh ketidakpastian terkait pembukaan Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu aliran energi global.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menyoroti bahwa kondisi ini memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve AS. Hal ini turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun hingga mencapai 5,23 persen—level tertinggi sejak 2007. Kenaikan yield tersebut berdampak pada arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang memperkuat tekanan terhadap rupiah.

Selain faktor eksternal, tekanan juga berasal dari permintaan valuta asing yang meningkat menjelang akhir kuartal III 2026, terutama dari sektor impor. Di sisi lain, arus keluar dana dari portofolio aset emerging markets, yang terpicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS, turut berkontribusi terhadap pelemahan rupiah. BI menegaskan bahwa mekanisme pasar tetap dijaga dengan intervensi yang berkelanjutan melalui berbagai instrumen, termasuk transaksi NDF di pasar offshore dan spot serta DNDF di pasar domestik.

Untuk memperkuat stabilitas, BI juga memperkuat strategi operasi moneter dengan memperbesar insentif bagi instrumen lindung nilai seperti swap dan DNDF, serta melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi intensif dilakukan dengan korporasi dan pelaku pasar untuk menjaga keseimbangan nilai tukar. Secara regional, pelemahan rupiah terbatas, dengan pergerakan qtd sebesar 0,67 persen, yang masih sejalan dengan tren mata uang kawasan.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar US$146,5 miliar, setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor, melampaui standar kecukupan internasional yang biasanya diperkirakan tiga bulan. Angka ini menunjukkan ketahanan eksternal yang solid, meskipun menghadapi tekanan pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya