Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Tua Melebihi Nilai Jual Bekas

Penggantian baterai mobil listrik tua bisa mencapai tingkat yang tidak ekonomis, bahkan melebihi harga jual bekas kendaraan tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Tua Melebihi Nilai Jual Bekas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Biaya perbaikan mobil listrik yang sudah berusia lama, khususnya terkait sistem baterai, kini dinilai tidak lagi layak secara finansial. Menurut analisis dari ahli industri, biaya penggantian komponen utama seperti baterai dan perbaikan sistem tegangan tinggi dapat melampaui nilai pasar kendaraan bekas. Hal ini membuat banyak pemilik mempertimbangkan untuk menyerahkan mobil mereka sebagai limbah, bukan memperbaikinya. Kompleksitas teknis dan prosedur servis modern yang menuntut alat dan keahlian khusus menjadi penyebab utama kenaikan biaya.

Rupert Hoellbacher, pemimpin divisi Mobility Aftermarket di Bosch, menegaskan bahwa kondisi baterai setelah usia 6 hingga 8 tahun menjadi kunci keputusan apakah mobil masih layak diperbaiki. Ia menyatakan bahwa jika penggantian atau perbaikan baterai tidak dapat dilakukan dengan cara yang terjangkau, maka secara praktis kendaraan tersebut sudah tidak layak digunakan lagi. Ia menilai bahwa hal ini juga berdampak negatif terhadap prinsip ekonomi sirkular, karena sebagian besar komponen mobil lain dirancang untuk bertahan lebih lama dari baterai.

Meski demikian, data dari Aviloo—penyedia layanan diagnosa baterai global—menunjukkan bahwa kesehatan baterai tetap cukup baik meski sudah menempuh ratusan ribu kilometer. Pada Tesla Model Y, VW ID.4, dan Hyundai Ioniq 5, rata-rata kesehatan baterai setelah 150.000 km mencapai di atas 90 persen. Namun, kondisi tersebut tidak menjamin ketahanan sempurna. Kegagalan bisa terjadi akibat satu modul rusak, meskipun kasus seperti ini tergolong langka. Oleh karena itu, kemampuan memperbaiki kerusakan secara ekonomis dinilai lebih penting daripada sisa kapasitas baterai.

Untuk mengatasi persoalan ini, disarankan agar produsen mobil listrik membuka akses terhadap perangkat lunak diagnostik, komponen modular standar, serta hak perbaikan bagi bengkel independen dengan harga yang wajar. Solusi ini dinilai dapat menekan biaya dan memperpanjang umur pakai kendaraan listrik. Hoellbacher secara pribadi menyatakan keyakinan besar terhadap potensi perbaikan baterai sebagai jalan keluar yang berkelanjutan bagi industri otomotif masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

TKDN Dorong Penguatan Industri Otomotif Lokal
Otomotif

TKDN Dorong Penguatan Industri Otomotif Lokal

Kebijakan TKDN terbukti mendorong peningkatan produksi lokal dan industrialisasi nasional, khususnya di sektor otomotif, termasuk mobilitas listrik dengan target 80 persen komponen dalam negeri pada 2030.

29 September 2026

Berita Lainnya