Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertempuran Hebat di Baidoa Libatkan Jet dan Drone

Tiga orang tewas dan 69 luka akibat bentrokan sengit di Baidoa, Somalia, yang melibatkan jet tempur F-16 dan drone, menyusul pemberontakan pasukan mantan gubernur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pertempuran Hebat di Baidoa Libatkan Jet dan Drone📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kota Baidoa di Somalia dilanda kekacauan ekstrem pada Senin (29/9/2026), ketika konflik bersenjata memicu pertempuran intens antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak yang mendukung gubernur yang telah digulingkan. Sumber lokal melaporkan sekitar 2.000 hingga 3.000 anggota kelompok bersenjata tiba secara tiba-tiba, membawa bahan peledak dan drone kamikaze, serta menyerbu kota dari berbagai arah. Peristiwa ini merupakan eskalasi terbesar dalam konflik politik yang telah membelah wilayah barat daya negara tersebut.

Menurut seorang komandan militer senior di Baidoa, Mohamed Ali, pasukan nasional berhasil menahan serangan dan mengusir pemberontak keluar dari kota setelah pertempuran berlangsung sepanjang hari. Namun, pihak lawan menyalahkan pemerintah federal atas serangan udara yang diduga dilakukan oleh jet tempur F-16. Seorang juru bicara pasukan mantan gubernur menyatakan bahwa mereka diserang secara langsung oleh pesawat tempur yang diklaim berasal dari Turki, yang diduga mendukung pemerintahan Presiden Hassan Sheikh Mohamud.

Warga setempat menggambarkan situasi sebagai yang paling mengerikan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menyebut ledakan terus-menerus terjadi di berbagai titik, membuat evakuasi warga sipil sangat sulit. Salah seorang korban, Hussein Abdifatah, mengungkapkan ketidakpastian mengenai sumber serangan, menegaskan bahwa tidak ada yang bisa membedakan mana yang menyerang dan mana yang melindungi. Ia menyebut banyak rumah dan fasilitas umum rusak akibat serangan udara dan ledakan.

Organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders mengonfirmasi tiga korban tewas, termasuk seorang petugas kesehatan, serta 69 orang terluka. Fasilitas kesehatan utama di kawasan itu mengalami kerusakan parah, menghambat upaya bantuan medis. Sementara itu, konflik ini bermula dari perpecahan antara Presiden Mohamud dan mantan gubernur Abdiaziz Hassan Mohamed Laftagareen, yang menolak transformasi sistem politik Somalia menuju pemilu demokratis dan mempertahankan sistem berbasis klan.

Kegiatan militer yang melibatkan jet tempur asing dan alat tempur canggih menimbulkan kekhawatiran atas eskalasi kekerasan yang bisa memperparah krisis kemanusiaan di wilayah yang telah lama terguncang. Meski situasi mulai mereda pada sore hari, jumlah korban dan kerusakan akibat konflik belum dapat dipastikan secara utuh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya