Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, BI Sebut Tekanan Global dan Fiskal Jadi Pemicu
Rupiah melemah ke level Rp18.003 per dolar AS dipengaruhi kenaikan harga minyak, ekspektasi kebijakan moneter AS, serta tekanan dari arus keluar investasi dan kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah menyentuh angka Rp18.003 per dolar AS pada Selasa (29/9) pukul 13.19 WIB, menandai pelemahan sebesar 0,14 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang memburuk, dengan harga minyak dunia melampaui ambang US$108 per barel akibat ketegangan geopolitik yang belum terpecahkan di Selat Hormuz. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve AS, yang turut memengaruhi arus modal global.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari berbagai faktor, termasuk risiko inflasi global dan ketidakpastian fiskal. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun hingga mencapai 5,23 persen—level tertinggi sejak 2007—menjadi daya tarik bagi investor untuk beralih ke aset berdenominasi dolar, sehingga memperlemah mata uang negara berkembang seperti Indonesia.
Peningkatan permintaan valuta asing oleh importir menjelang akhir kuartal III 2026 turut mempercepat tekanan terhadap rupiah. Di sisi lain, arus keluar dana dari pasar emerging markets yang sedang mengalami kenaikan yield obligasi menambah beban bagi nilai tukar domestik. Meski demikian, BI menegaskan bahwa pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan kuartal-to-date sebesar 0,67 persen, menunjukkan stabilitas relatif di tengah tekanan global.
Bank Indonesia menegaskan kembali komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi konsisten dan berkesinambungan. Instrumen yang digunakan mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Selain itu, BI memperkuat insentif untuk produk lindung nilai seperti swap dan DNDF guna mendukung pendanaan luar negeri korporasi.
Pihak bank sentral juga aktif melakukan koordinasi dengan pelaku pasar dan korporasi untuk menjaga ketahanan pasar. Secara makro, cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar US$146,5 miliar, setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor—melampaui standar kecukupan internasional yang biasanya ditetapkan pada tiga bulan impor. Angka ini menunjukkan ketahanan eksternal yang cukup kuat meski menghadapi tekanan dari luar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Klaim Asuransi SIM? Ini Langkah Mudahnya
Pemegang SIM dengan asuransi AKDP bisa klaim santunan hingga Rp7 juta jika mengalami kecelakaan, meninggal, atau cacat tetap, dengan prosedur dan dokumen tertentu.
29 September 2026

PPN Digital Lintas Batas Resmi Berlaku, DJP Catat 260 Platform Daftar
Pemerintah mulai memungut PPN atas transaksi digital lintas batas sejak 25 September 2026, dengan 260 platform sudah mendaftar sebagai pemungut pajak.
29 September 2026

Uji Coba Sekolah Gratis 2027 Ditetapkan di Wilayah 3T
Pemerintah dan DPR resmi menetapkan uji coba pendidikan gratis mulai 2027 dengan anggaran Rp5 triliun untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
29 September 2026

Rupiah Melemah dan Bunga Tinggi Tekan Daya Saing Galangan Kapal
Pelemahan rupiah dan suku bunga perbankan tinggi memperparah tekanan biaya produksi di industri galangan kapal nasional, mengancam daya saing dalam negeri.
29 September 2026
Berita Lainnya

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor, Ini Syarat dan Langkahnya
Selasa, 29 September 2026, 15.41 WITA

Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Tua Melebihi Nilai Jual Bekas
Selasa, 29 September 2026, 15.40 WITA

Refund Kuota Dikhawatirkan Tidak Praktis, ATSI Minta Penjelasan Klarifikasi
Selasa, 29 September 2026, 15.34 WITA

60 Layanan Digital Dinilai Berisiko bagi Anak, 22 Ditetapkan Tinggi
Selasa, 29 September 2026, 15.34 WITA

BRILink Agen di Semarang Edukasi Warga Antisipasi Penipuan
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Prabowo Bahas Strategi Penanganan Narkoba dengan Menteri dan Kepala BNN
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Tersangka Kelima Kasus Nikel Diduga Terlibat Penyalahgunaan Wewenang
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Pertempuran Hebat di Baidoa Libatkan Jet dan Drone
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

