Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Perkuat Intervensi Pasar untuk Stabilkan Rupiah

Bank Indonesia menunjukkan langkah tegas melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter pro-market untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
BI Perkuat Intervensi Pasar untuk Stabilkan Rupiah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia mengambil langkah strategis untuk menopang nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan akibat fluktuasi inflasi global dan ketegangan risiko fiskal. Pada awal sesi perdagangan Selasa (29/9/2026), rupiah sempat melemah 0,19% ke level Rp18.000 per dolar AS, menurut data Refinitiv, memicu respons cepat dari otoritas moneter.

Dalam pernyataan resmi, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menegaskan komitmen institusi untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan pendekatan pro-market, termasuk penguatan insentif bagi instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) sebagai alat lindung nilai bagi pendanaan luar negeri.

Operasi moneter dilakukan secara konsisten melalui berbagai saluran, mulai dari transaksi NDF di pasar offshore, hingga aktivitas spot dan DNDF di pasar domestik. Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari mekanisme pendukung likuiditas dan stabilitas pasar. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan korporasi dan pelaku pasar strategis untuk memastikan transparansi dan efektivitas kebijakan.

Meski mengalami pelemahan, pergerakan rupiah tetap terkendali dan sejalan dengan tren regional, dengan koreksi kuartalan (qtd) terbatas pada 0,67%. Peningkatan cadangan devisa mencapai USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, menunjukkan ketahanan eksternal yang masih kuat meski menghadapi tekanan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya