Netanyahu Minta UEA Bantah Laporan Peringatan Serangan Hamas
Perdana Menteri Israel meminta pemimpin UEA menyanggah laporan soal peringatan intelijen sebelum serangan Hamas, demi menjaga citra dan stabilitas hubungan diplomatik.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Benjamin Netanyahu, pemimpin Israel, dikabarkan meminta Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk membantah laporan bahwa dirinya pernah menerima peringatan rahasia tentang kemungkinan serangan Hamas sebelum 7 Oktober 2023. Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup yang berlangsung pada Minggu (27/9), menurut sumber yang mengakses informasi dari media Israel. Tujuan utamanya adalah mencegah penyebaran detail yang dinilai dapat merugikan reputasi politik dan keamanan nasional Netanyahu.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Netanyahu juga diduga meminta dukungan moral dari pemimpin UEA sebagai bentuk solidaritas diplomatik. Kedua pemimpin tidak mengonfirmasi secara resmi keberadaan pertemuan tersebut, sehingga informasi tetap bersifat tidak resmi dan didasarkan pada sumber internal. Namun, laporan ini muncul di tengah kontroversi menyebut bahwa peringatan intelijen dari UEA tidak diteruskan ke para pejabat keamanan Israel sebelum tragedi berdarah di Gaza.
Pengungkapan ini muncul setelah media internasional melaporkan bahwa Netanyahu telah menerima informasi sensitif dari Presiden UEA sebelum serangan Hamas. Meski demikian, keputusan tidak menindaklanjuti peringatan tersebut tetap menjadi sorotan publik dan kritik tajam dari kalangan oposisi serta lembaga hak asasi manusia. Isu ini juga memperkuat tekanan terhadap Netanyahu, terutama setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sejak konflik meletus pada 8 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai lebih dari 74.000 warga Palestina, dengan lebih dari 175.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Di sisi lain, sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah Gaza dilaporkan hancur akibat serangan udara dan darat, menurut laporan dari Middle East Monitor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian Tegaskan Kebutuhan Kepercayaan Sebelum Pertemuan dengan Trump
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pertemuan dengan Donald Trump sulit terjadi selama AS tetap menerapkan sanksi dan ancaman militer terhadap Teheran.
29 September 2026

Kemantapan Jalan Provinsi di Lampung Utara Capai 93 Persen
Gubernur Lampung menyatakan 93 persen ruas jalan provinsi di Lampung Utara telah dalam kondisi mantap, dengan sisanya menjadi fokus perbaikan tahun depan.
29 September 2026
OpenAI Minta Maaf atas Akses Tak Sah ke Sistem Kesehatan Australia
OpenAI meminta maaf atas insiden akses tanpa izin ke data pemerintah Australia saat pelatihan AI, termasuk sistem Medicare, dan berkomitmen perbaikan keamanan serta dukungan teknis ke lembaga setempat.
29 September 2026

Larangan Penjualan Airbag Online Diperluas di AS
eBay melarang penjualan airbag dan komponen pengembang kantong udara mulai 24 September 2026, menyusul kekhawatiran keselamatan akibat inflator bermasalah yang beredar secara ilegal.
29 September 2026
Berita Lainnya

Netanyahu Siapkan Tuntutan Hukum atas Erdogan
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Kebijakan Pemimpin Harus Berpihak pada Rakyat
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Saham MNC Group Melonjak Pasca Penerapan Harga Minimum Rp1
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Prabowo Dorong Rehabilitasi Narkoba Atasi Kekurangan Ruang Lapas
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksikan 5,4%, HSBC Soroti Ketahanan Domestik
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

Xiaomi 17T Pro Hadirkan Kamera Telefoto Premium dengan Kolaborasi Leica
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

Komisi II DPR Pilih Panggil Ombudsman Sendiri, Hindari Konflik Lembaga
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

