Saham MNC Group Melonjak Pasca Penerapan Harga Minimum Rp1
Sejumlah emiten MNC Group mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa (29/9/2026), menyusul penerapan batas harga minimum saham Rp1 oleh BEI, dengan KPIG dan MSIN menjadi yang paling menguat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pergerakan pasar saham mengalami perubahan mendadak pada Selasa (29/9/2026), ketika sejumlah saham milik grup MNC Group menunjukkan penguatan tajam setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan batas harga minimum saham sebesar Rp1 per lembar mulai Senin (28/9). Penerapan aturan baru ini menjadi respons terhadap volatilitas pasar yang sempat terjadi sebelumnya, dan langsung berdampak pada kinerja emiten-emiten di bawah naungan grup tersebut.
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) menjadi salah satu yang paling berkinerja baik, dengan kenaikan mencapai 18,60% ke level Rp51 per saham. Sementara itu, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat 18,18% hingga mencapai Rp208 per saham. Kenaikan juga terjadi pada PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang naik 8,47% menjadi Rp128, serta PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang melonjak 8,11% ke posisi Rp80.
Di sisi lain, beberapa emiten mengalami penurunan, termasuk PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang turun 11,63% ke Rp38 dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) yang melemah 13,95% ke level Rp37. Dari sisi likuiditas, KPIG mendominasi dengan volume perdagangan mencapai 1,3 miliar saham dan nilai transaksi Rp56,7 miliar, mengungguli emiten lainnya seperti MSIN yang mencatat nilai Rp25,0 miliar dan MNCN dengan Rp21,6 miliar.
Penguatan ini terjadi setelah tekanan pasar yang cukup tinggi pada akhir pekan sebelumnya. Pada Senin (28/9), saham KPIG, BCAP, dan BABP sempat ditutup di Rp43 per saham sebelum aturan baru diberlakukan. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 1,51% ke level 6.147,86, sejumlah saham MNC Group tetap menjadi sorotan utama karena kinerja positifnya di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksikan 5,4%, HSBC Soroti Ketahanan Domestik
HSBC memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% pada 2026, didorong ketahanan terhadap tekanan global seperti kenaikan harga energi, El Nino, dan suku bunga tinggi.
29 September 2026

14 Ribu Kasus Selesai Lewat Mediasi, Hemat Anggaran Rp1,2 Triliun
Pendekatan keadilan restoratif melalui pos bantuan hukum di desa dan kelurahan berhasil menyelesaikan 14 ribu kasus, menghemat anggaran negara hingga Rp1,2 triliun dibandingkan proses pengadilan.
29 September 2026

BEI Siapkan Short Selling untuk Lima Saham Mulai 1 Oktober 2026
Transaksi short selling resmi diluncurkan pada 1 Oktober 2026 terhadap lima emiten terpilih, dengan dua sekuritas terpilih sebagai penyedia layanan.
29 September 2026

Harga Saham Rp1 Tak Picu Koreksi IHSG Signifikan
Implementasi harga saham terendah Rp1 tidak berdampak besar terhadap penurunan IHSG, menurut BEI, meski sejumlah saham Rp50 mengalami koreksi.
29 September 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian Tegaskan Kebutuhan Kepercayaan Sebelum Pertemuan dengan Trump
Selasa, 29 September 2026, 17.59 WITA

Netanyahu Siapkan Tuntutan Hukum atas Erdogan
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Netanyahu Minta UEA Bantah Laporan Peringatan Serangan Hamas
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Kebijakan Pemimpin Harus Berpihak pada Rakyat
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Prabowo Dorong Rehabilitasi Narkoba Atasi Kekurangan Ruang Lapas
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Xiaomi 17T Pro Hadirkan Kamera Telefoto Premium dengan Kolaborasi Leica
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

Komisi II DPR Pilih Panggil Ombudsman Sendiri, Hindari Konflik Lembaga
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

