Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Siapkan Short Selling untuk Lima Saham Mulai 1 Oktober 2026

Transaksi short selling resmi diluncurkan pada 1 Oktober 2026 terhadap lima emiten terpilih, dengan dua sekuritas terpilih sebagai penyedia layanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BEI Siapkan Short Selling untuk Lima Saham Mulai 1 Oktober 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperkenalkan mekanisme short selling pada lima saham unggulan mulai 1 Oktober 2026. Lima emiten yang termasuk dalam daftar ini adalah Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA), Barito Pacific (BRPT), Bumi Resources (BUMI), dan Indofod Sukses Makmur (INDF). Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kedalaman pasar modal nasional.

Hanya dua perusahaan efek yang telah memenuhi syarat untuk menyediakan layanan short selling pada peluncuran perdana, yakni Semesta Indovest Sekuritas dan Ajaib Sekuritas. Kedua institusi ini telah memenuhi standar teknis, manajerial, dan kepatuhan regulasi yang ditetapkan oleh BEI. Akses transaksi ini tidak otomatis terbuka untuk seluruh investor, melainkan hanya bagi yang telah memenuhi persyaratan khusus.

Untuk dapat melakukan transaksi short selling, investor wajib membuka rekening khusus dan menyetujui perjanjian pinjam-meminjam efek dengan perusahaan efek. Selain itu, dana jaminan awal harus disediakan, dengan ketentuan minimum 50 persen dari nilai transaksi atau setara Rp50 juta, tergantung kebijakan masing-masing anggota bursa. Kewajiban ini bertujuan untuk memitigasi risiko dan menjaga stabilitas pasar.

Direktur Utama BEI menegaskan bahwa implementasi short selling berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen dibandingkan tingkat saat ini. Namun, realisasi angka ini tergantung pada jumlah saham yang diizinkan diperjualbelikan secara short selling serta jumlah anggota bursa yang mendapatkan izin. Keberhasilan jangka panjang juga dipengaruhi oleh tingkat partisipasi investor dan kepercayaan pasar terhadap mekanisme tersebut.

Short selling sendiri merupakan strategi investasi yang melibatkan peminjaman saham dari pemegang, penjualan di pasar saat harga tinggi, lalu pembelian kembali saat harga turun untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Strategi ini diharapkan mampu membantu menyeimbangkan harga dan meningkatkan efisiensi informasi pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya