IHSG Terpuruk, Bursa Asia Terseret Kenaikan Imbal Hasil AS
Indeks saham Indonesia dan sejumlah bursa Asia melemah seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS yang memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan berat pada sesi perdagangan pertama hari ini, Selasa (29/9/2026), berakhir di zona merah dengan penurunan 12,86 poin atau 0,21% ke level 6.135. Pergerakan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh level terendah hingga turun 2% dalam sesi perdagangan. Kondisi ini tidak terjadi secara isolasi, melainkan sebagian dari tren penurunan yang melanda bursa saham kawasan Asia-Pasifik secara luas.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok 904,18 poin atau 1,37% ke posisi 64.973,44 pada pukul 14.03 waktu Tokyo. Korea Selatan juga terdampak kuat dengan koreksi indeks KOSPI sebesar 73,88 poin (1,07%) ke level 6.815,86. Di Hong Kong, Hang Seng Index turun 179,80 poin (0,73%) ke 24.462,71, sedangkan bursa Australia melihat penurunan ringan pada S&P/ASX 200 sebesar 8,40 poin (0,10%) ke 8.671,30. Singapura mencatat penurunan 27,15 poin (0,47%) pada Straits Times Index ke level 5.701,87.
Sementara itu, pasar saham Tiongkok daratan menunjukkan ketahanan. Indeks Shanghai naik tipis 0,238 poin (0,01%) ke 3.823,859, sementara Shenzhen Component Index menguat 16,523 poin (0,13%) ke 12.875,276. Namun, tekanan utama berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang terus berlanjut. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melampaui angka 5,2%, mendekati level tertinggi sejak 2007, sementara tenor 30 tahun menembus 5,56%, mencatatkan puncak sejak 2004.
Kenaikan imbal hasil ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, terutama menyusul inflasi yang masih tinggi. Menurut analis dari Northwestern Mutual Wealth Management, meski ekonomi AS tetap kuat, pasar saham mulai menilai risiko kenaikan suku bunga di masa depan. Investor kini menilai obligasi sebagai aset yang lebih menarik dibandingkan 20 tahun terakhir, selama inflasi bisa dikendalikan. Data ekonomi AS seperti kepercayaan konsumen dan laporan ketenagakerjaan akan menjadi sorotan utama pada hari ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Klaim Asuransi SIM? Ini Langkah Mudahnya
Pemegang SIM dengan asuransi AKDP bisa klaim santunan hingga Rp7 juta jika mengalami kecelakaan, meninggal, atau cacat tetap, dengan prosedur dan dokumen tertentu.
29 September 2026

PPN Digital Lintas Batas Resmi Berlaku, DJP Catat 260 Platform Daftar
Pemerintah mulai memungut PPN atas transaksi digital lintas batas sejak 25 September 2026, dengan 260 platform sudah mendaftar sebagai pemungut pajak.
29 September 2026

Uji Coba Sekolah Gratis 2027 Ditetapkan di Wilayah 3T
Pemerintah dan DPR resmi menetapkan uji coba pendidikan gratis mulai 2027 dengan anggaran Rp5 triliun untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
29 September 2026

Rupiah Melemah dan Bunga Tinggi Tekan Daya Saing Galangan Kapal
Pelemahan rupiah dan suku bunga perbankan tinggi memperparah tekanan biaya produksi di industri galangan kapal nasional, mengancam daya saing dalam negeri.
29 September 2026
Berita Lainnya

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor, Ini Syarat dan Langkahnya
Selasa, 29 September 2026, 15.41 WITA

Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Tua Melebihi Nilai Jual Bekas
Selasa, 29 September 2026, 15.40 WITA

Refund Kuota Dikhawatirkan Tidak Praktis, ATSI Minta Penjelasan Klarifikasi
Selasa, 29 September 2026, 15.34 WITA

60 Layanan Digital Dinilai Berisiko bagi Anak, 22 Ditetapkan Tinggi
Selasa, 29 September 2026, 15.34 WITA

BRILink Agen di Semarang Edukasi Warga Antisipasi Penipuan
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Prabowo Bahas Strategi Penanganan Narkoba dengan Menteri dan Kepala BNN
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Tersangka Kelima Kasus Nikel Diduga Terlibat Penyalahgunaan Wewenang
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Pertempuran Hebat di Baidoa Libatkan Jet dan Drone
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

