Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Fitch Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2026, Di Bawah Target Pemerintah

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2026, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 61x dibuka
Fitch Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2% di 2026, Di Bawah Target Pemerintah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Fitch Ratings mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% pada tahun depan, yang berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBN 2026. Proyeksi ini didasarkan pada penurunan momentum ekonomi di semester kedua 2026, seiring dengan penurunan dukungan fiskal setelah pemerintah mempercepat realisasi belanja pada semester pertama. Kondisi tersebut diperparah oleh tekanan dari ekspor neto yang diperkirakan menekan pertumbuhan secara keseluruhan.

Realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp2.295,7 triliun atau sekitar 59,7% dari pagu anggaran. Kementerian Keuangan menegaskan rencana penyaluran dana sebesar Rp1.300 triliun pada kuartal keempat, sehingga total belanja diperkirakan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu. Meski demikian, Fitch menilai kecepatan penyaluran ini tidak cukup untuk menopang pertumbuhan secara berkelanjutan di akhir tahun.

Pada 2027 dan 2028, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan stabil di angka 4,9%, naik dari estimasi sebelumnya 4,7%. Namun, angka tersebut tetap jauh dari target pemerintah sebesar 8% dalam jangka menengah. Alasannya terletak pada keterbatasan dampak reformasi struktural terhadap produktivitas faktor dan peningkatan modal, dua pilar utama pertumbuhan potensial PDB Indonesia.

Fitch juga menyoroti risiko yang muncul dari ketidakpastian kebijakan, melemahnya konsistensi, serta kredibilitas bauran kebijakan, terutama seiring dengan semakin terpusatnya pengambilan keputusan. Perubahan prospek peringkat utang pemerintah dari Stabil menjadi Negatif pada Maret 2026 menandai kekhawatiran terhadap stabilitas makroekonomi. Meski respons cepat dalam menstabilkan rupiah dan penunjukan gubernur bank sentral baru telah mengurangi tekanan, sentimen investor tetap rapuh dan intervensi valuta asing yang berkelanjutan berpotensi menurunkan cadangan devisa.

Cadangan devisa Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar US$146,3 miliar, sedikit menurun dibandingkan posisi Agustus yang US$146,5 miliar. Fitch menekankan bahwa pencapaian target pertumbuhan 8% akan sangat menantang tanpa reformasi mendalam dan peningkatan kualitas lapangan kerja. Tanpa langkah signifikan, tantangan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, stabilitas fiskal, dan kredibilitas kebijakan akan terus menghantui perekonomian nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya