Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

FKPT Sulteng Serukan Kewaspadaan Kolaboratif Pasca Penangkapan Tiga Terduga Teroris

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Tengah mendukung penegakan hukum terhadap tiga terduga teroris, sekaligus menekankan pentingnya praduga tak bersalah dan pencegahan berbasis masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
FKPT Sulteng Serukan Kewaspadaan Kolaboratif Pasca Penangkapan Tiga Terduga Teroris📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Penangkapan tiga individu yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso mendapat respons positif dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah. Kegiatan penegakan hukum yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Sulteng dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan publik di wilayah tersebut.

Ketua FKPT Sulawesi Tengah, Sofyan Bachmid, menegaskan bahwa meski proses hukum sedang berjalan, masyarakat diminta tidak langsung mengambil kesimpulan. Ia menekankan pentingnya menjaga asas praduga tak bersalah, mengingat ketiga orang tersebut masih berstatus terduga. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menghindari kepanikan dan persepsi yang keliru.

Dalam kesempatan tersebut, FKPT menyoroti perlunya pendekatan holistik dalam penanggulangan terorisme, bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pencegahan melalui pendidikan, penguatan moderasi beragama, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi, literasi digital, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan. Menurut Sofyan, pencegahan paling efektif terjadi ketika seluruh elemen masyarakat — mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga media — aktif terlibat.

Ia juga menekankan bahwa terorisme tidak boleh dikaitkan dengan agama, suku, atau wilayah tertentu. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman radikalisme dapat tumbuh di berbagai lapisan masyarakat, terutama melalui media digital yang mempercepat penyebaran narasi kebencian. FKPT mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan harmoni sosial, sekaligus memperkuat deteksi dini melalui koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Pendekatan pencegahan yang berbasis masyarakat, menurut Sofyan, merupakan fondasi terkuat dalam membangun ketahanan terhadap ideologi kekerasan. Ia menyebut bahwa komitmen masyarakat Sulawesi Tengah terhadap perdamaian dan kebersamaan telah terbukti sejak lama, dan penangkapan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencegahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya