Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

for Revenge Rilis "Museum Duka" Kolaborasi dengan Tepe dan YB

Lagu baru for Revenge bersama Tepe dan YB mengajak pendengar merenungkan kehilangan sebagai bagian alamiah hidup melalui lirik yang puitis dan musik yang intens.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
for Revenge Rilis "Museum Duka" Kolaborasi dengan Tepe dan YB
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - for Revenge kembali hadir dengan karya terbaru berjudul "Museum Duka", sebuah lagu hasil kolaborasi eksklusif bersama musisi drum Teguh Prakoso, akrab dikenal sebagai Tepe, serta Reza Oktovian, alias YB. Proses penciptaan lagu ini dimulai dari pertemuan spontan saat tiga seniman tersebut tampil bersama dalam sebuah festival, membawakan dua lagu sebelumnya yang menjadi fondasi emosional bagi karya baru ini.

Boniex, vokalis utama for Revenge, menekankan bahwa kehadiran Tepe dalam pertunjukan sebelumnya menjadi kunci terciptanya kolaborasi ini. Ia menyebut bahwa tanpa peran Tepe sebagai drummer, pertemuan dengan YB—yang dikenal sebagai Reza Arap—mungkin tak akan pernah terjadi. Bagi Boniex, menyatukan tiga tokoh berbeda latar belakang musik dalam satu karya merupakan tantangan artistik yang signifikan, namun sekaligus pengalaman yang sangat berharga.

Dalam proses penulisan, Boniex dan YB bekerja sama menyusun lirik yang menggambarkan ruang batin setiap individu—sebuah "museum" pribadi yang menyimpan kenangan, wajah, dan versi diri yang pernah begitu dekat. Setiap orang, menurut Boniex, memiliki ruangan semacam itu, tempat kenangan tak sepenuhnya lenyap, tetapi justru menjadi bagian dari proses penerimaan. Lagu ini bukan ajakan untuk melupakan, melainkan untuk belajar melepaskan tanpa kehilangan rasa ingat.

YB turut menyampaikan bahwa lagu ini bukan hanya tentang dirinya atau band for Revenge, tetapi tentang semua orang yang pernah mengalami kehilangan. Ia menekankan pentingnya mengakui duka sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman manusia. Selain berkontribusi dalam penulisan lirik, YB juga bertanggung jawab atas pengarahan video musik "Museum Duka" bersama Muhammad Fiqih Firdaus, yang menekankan nuansa reflektif dan visual yang dalam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya