Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z Dibangkitkan untuk Bangun Desa dengan Pemberdayaan Nyata

Kementerian Desa dan PDT dorong generasi muda ikut transformasi desa melalui pendampingan, program ekspor, dan peluang kerja internasional tanpa mengorbankan identitas lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 90x dibuka
Gen Z Dibangkitkan untuk Bangun Desa dengan Pemberdayaan Nyata📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal kini memperkuat strategi pemberdayaan generasi muda dengan menempatkan Generasi Z sebagai aktor utama dalam perubahan desa. Melalui pendekatan dua arah—pendampingan langsung dan pemberdayaan berkelanjutan—pemerintah berupaya mengubah persepsi bahwa tinggal atau berasal dari desa bukanlah keterbelakangan, melainkan potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah Festival Duta Desa Gen Z, yang telah berjalan selama sebulan dan akan mencapai puncaknya pada Januari 2027. Program ini dirancang untuk membuka mata generasi muda agar memahami nilai-nilai desa secara mendalam, serta menghilangkan stigma negatif yang sering melekat pada kehidupan di wilayah pedesaan.

Dalam berbagai pertemuan langsung, termasuk diskusi dengan mahasiswa di Cilegon, Menteri Desa Yandri Susanto menekankan pentingnya menunjukkan contoh konkret. Ia menyebut beberapa kasus sukses anak muda yang kembali ke desa dan membangun usaha ekspor, wisata tematik, hingga usaha pertanian berbasis teknologi, yang hasilnya mampu melampaui pendapatan rata-rata pekerja perkotaan.

Untuk memperluas cakupan pemberdayaan, pemerintah juga meluncurkan Program Pemuda Bangun Desa, termasuk kerja sama internasional dengan Jepang. Sebanyak 45 ribu pemuda dari desa yang memiliki potensi akademik dan keterampilan teknis—namun belum bisa melanjutkan pendidikan tinggi—diprioritaskan untuk dikirim ke Jepang sebagai tenaga kerja terampil. Tujuannya bukan hanya membuka akses kerja, tetapi juga membawa ilmu dan inovasi kembali ke desa.

Dengan berbagai inisiatif ini, pemerintah menegaskan bahwa desa bukan lagi tempat terakhir untuk dilirik, melainkan basis utama pembangunan berkelanjutan. Dengan menunjukkan bahwa konglomerat besar di Indonesia pun bermula dari sumber daya alam dan potensi desa, diharapkan masyarakat—khususnya generasi muda—mengubah mindset dan membangun kebanggaan terhadap identitas desa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya