Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gerhana Matahari Total 2027 Diprediksi Terpanjang Abad Ini

Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diproyeksikan berlangsung hingga 6 menit 23 detik di lokasi terbaik, menarik perhatian pengamat global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Gerhana Matahari Total 2027 Diprediksi Terpanjang Abad Ini📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diprediksi menjadi fenomena paling panjang dalam abad ke-21, dengan durasi totalitas maksimum mencapai 6 menit 23 detik. Perhitungan dari NASA menunjukkan bahwa fase ketika Bulan menutupi seluruh cakram Matahari secara sempurna akan terjadi di titik tertentu di jalur gerhana, terutama di kawasan dekat Luxor, Mesir. Durasi ini jauh melampaui gerhana sebelumnya, seperti yang terjadi pada 8 April 2024 di Amerika Utara, yang hanya berlangsung sekitar 4 menit 28 detik.

Jalur totalitas gerhana ini melintasi sejumlah wilayah strategis, mulai dari Samudra Atlantik, lalu menyeberangi Spanyol bagian selatan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, hingga Mesir. Wilayah Arab Saudi dan Yaman juga berada dalam lintasan bayangan inti Bulan. Di luar jalur tersebut, masyarakat di Eropa bagian selatan, Afrika Utara, Timur Tengah, dan sebagian Asia akan menyaksikan gerhana sebagian, di mana Matahari hanya tertutup sebagian oleh Bulan.

Di Indonesia, gerhana tidak akan terjadi secara total. Namun, masyarakat di sejumlah daerah, terutama di Sumatra, diperkirakan dapat mengamati gerhana sebagian. Waktu dan tingkat penutupan Matahari bervariasi menurut lokasi, dengan beberapa wilayah melihat fenomena menjelang Matahari terbenam, sehingga kesempatan pengamatan menjadi terbatas. Untuk informasi akurat, masyarakat disarankan memanfaatkan peta gerhana berbasis lokasi dari sumber astronomi terpercaya.

Durasi panjang totalitas ini terjadi karena kondisi geosentris yang ideal: jarak Bulan dari Bumi yang mendekati titik terjauh, sehingga cakram Bulan tampak cukup besar untuk menutupi Matahari secara penuh, sementara Bumi berada pada posisi yang mendukung lintasan bayangan. Faktor ini hanya terjadi secara bersamaan di beberapa titik, menjadikan lokasi pengamatan sangat menentukan.

Pengamatan gerhana harus dilakukan dengan alat pelindung mata khusus seperti kacamata gerhana standar atau filter optik pada teleskop. Melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan berisiko merusak retina, bahkan saat sebagian cahaya masih tampak. Hanya pada fase totalitas penuh—ketika seluruh cahaya Matahari terhalang oleh Bulan—pengamatan tanpa pelindung aman, namun harus segera kembali menggunakan alat pelindung begitu cahaya mulai muncul kembali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya