Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

GMFI Siap Gelar Rights Issue untuk Perkuat Modal dan Ekspansi

Perseroan anak Garuda berencana lakukan rights issue hingga 22 miliar saham demi memperkuat struktur pendanaan dan mendukung ekspansi usaha.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
GMFI Siap Gelar Rights Issue untuk Perkuat Modal dan Ekspansi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) tengah menyiapkan aksi korporasi berupa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk memperkuat modal kerja dan mendukung rencana pengembangan bisnis jangka panjang. Rencana ini mencakup penerbitan maksimal 22.029.751.488 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp19 per saham, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026. Jumlah tersebut masih bersifat perkiraan dan akan ditentukan secara final sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.

Penambahan modal ini masih memerlukan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026. Selain itu, penerbitan harus mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum dilaksanakan. Hingga saat ini, harga pelaksanaan hak memesan belum ditetapkan dan akan diumumkan secara resmi melalui prospektus yang akan dirilis kemudian.

Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan digunakan untuk membiayai berbagai proyek strategis, termasuk ekspansi operasional, penambahan kapasitas fasilitas, peremajaan peralatan dan mesin, pembelian aset pendukung, serta pendirian entitas baru. Penggunaan dana juga mencakup pemenuhan kebutuhan modal kerja guna menopang operasional harian dan jangka pendek perseroan. Rincian detail alokasi dana akan disampaikan secara lengkap dalam dokumen prospektus yang akan dipublikasikan setelah persetujuan resmi.

Manajemen GMFI juga menegaskan bahwa pelaksanaan rights issue berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Jika seluruh HMETD dimanfaatkan oleh pemegang saham yang berhak, tingkat dilusi kepemilikan diperkirakan mencapai maksimal 15%. Hal ini menjadi perhatian penting bagi investor untuk menilai dampak terhadap proporsi kepemilikan masing-masing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya