GMFI Siap Gelar Rights Issue untuk Perkuat Modal dan Ekspansi
Perseroan anak Garuda berencana lakukan rights issue hingga 22 miliar saham demi memperkuat struktur pendanaan dan mendukung ekspansi usaha.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) tengah menyiapkan aksi korporasi berupa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk memperkuat modal kerja dan mendukung rencana pengembangan bisnis jangka panjang. Rencana ini mencakup penerbitan maksimal 22.029.751.488 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp19 per saham, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026. Jumlah tersebut masih bersifat perkiraan dan akan ditentukan secara final sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
Penambahan modal ini masih memerlukan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026. Selain itu, penerbitan harus mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum dilaksanakan. Hingga saat ini, harga pelaksanaan hak memesan belum ditetapkan dan akan diumumkan secara resmi melalui prospektus yang akan dirilis kemudian.
Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan digunakan untuk membiayai berbagai proyek strategis, termasuk ekspansi operasional, penambahan kapasitas fasilitas, peremajaan peralatan dan mesin, pembelian aset pendukung, serta pendirian entitas baru. Penggunaan dana juga mencakup pemenuhan kebutuhan modal kerja guna menopang operasional harian dan jangka pendek perseroan. Rincian detail alokasi dana akan disampaikan secara lengkap dalam dokumen prospektus yang akan dipublikasikan setelah persetujuan resmi.
Manajemen GMFI juga menegaskan bahwa pelaksanaan rights issue berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Jika seluruh HMETD dimanfaatkan oleh pemegang saham yang berhak, tingkat dilusi kepemilikan diperkirakan mencapai maksimal 15%. Hal ini menjadi perhatian penting bagi investor untuk menilai dampak terhadap proporsi kepemilikan masing-masing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

