Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Golkar Tegaskan Belum Ada Draf RUU Pemilu Tiga Tahap

Partai Golkar menegaskan belum ada draf resmi RUU Pemilu yang disusun, termasuk isu pemilu tiga tahap yang beredar, sambil menargetkan peningkatan kursi di pemilu mendatang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Golkar Tegaskan Belum Ada Draf RUU Pemilu Tiga Tahap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Partai Golkar secara tegas membantah adanya rencana pemilu tiga tahap, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada draf final dari RUU Pemilu yang disusun secara resmi. Sekjen DPP Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa informasi mengenai pembagian pemilu menjadi tiga tahap belum memiliki dasar hukum atau dokumen resmi, dan tidak dapat dikonfirmasi sebagai kebijakan yang sedang diproses.

Ia menekankan bahwa pembahasan mengenai revisi UU Pemilu masih dalam tahap pengumpulan masukan dari internal partai, termasuk dari anggota DPRD di berbagai daerah. Golkar kini fokus pada penyusunan rekomendasi yang dapat mendukung perbaikan sistem demokrasi sekaligus memperkuat posisi partai dalam kontestasi politik mendatang.

Salah satu poin penting yang sedang dipertimbangkan adalah peningkatan ambang batas parlemen (PT) dari sebelumnya 2,5 persen menjadi sekitar 5 persen, dengan fleksibilitas bisa sedikit di bawah angka tersebut. Tujuan utama dari usulan ini adalah menyeimbangkan kualitas partai politik dengan efisiensi sistem pemilu, sekaligus memastikan partai yang ikut berkompetisi memiliki kapasitas politik yang kuat.

Golkar menegaskan bahwa target utama dalam pemilu berikutnya adalah peningkatan jumlah kursi di parlemen dibandingkan hasil Pemilu 2024. Sarmuji menegaskan bahwa keberhasilan dalam menambah kursi merupakan indikator utama keberhasilan politik partai, dan kegagalan mencapai target ini akan menjadi kegagalan dalam menjalankan amanat rakyat.

Terhadap kader partai yang saat ini menjabat dalam kabinet, Sarmuji menyatakan bahwa semua anggota Golkar, termasuk pimpinan tertinggi, memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diambil secara internal, dengan pertimbangan kinerja dan potensi memperluas basis dukungan di daerah, termasuk di Papua.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya