Golkar Tegaskan Belum Ada Draf RUU Pemilu Tiga Tahap
Partai Golkar menegaskan belum ada draf resmi RUU Pemilu yang disusun, termasuk isu pemilu tiga tahap yang beredar, sambil menargetkan peningkatan kursi di pemilu mendatang.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Partai Golkar secara tegas membantah adanya rencana pemilu tiga tahap, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada draf final dari RUU Pemilu yang disusun secara resmi. Sekjen DPP Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa informasi mengenai pembagian pemilu menjadi tiga tahap belum memiliki dasar hukum atau dokumen resmi, dan tidak dapat dikonfirmasi sebagai kebijakan yang sedang diproses.
Ia menekankan bahwa pembahasan mengenai revisi UU Pemilu masih dalam tahap pengumpulan masukan dari internal partai, termasuk dari anggota DPRD di berbagai daerah. Golkar kini fokus pada penyusunan rekomendasi yang dapat mendukung perbaikan sistem demokrasi sekaligus memperkuat posisi partai dalam kontestasi politik mendatang.
Salah satu poin penting yang sedang dipertimbangkan adalah peningkatan ambang batas parlemen (PT) dari sebelumnya 2,5 persen menjadi sekitar 5 persen, dengan fleksibilitas bisa sedikit di bawah angka tersebut. Tujuan utama dari usulan ini adalah menyeimbangkan kualitas partai politik dengan efisiensi sistem pemilu, sekaligus memastikan partai yang ikut berkompetisi memiliki kapasitas politik yang kuat.
Golkar menegaskan bahwa target utama dalam pemilu berikutnya adalah peningkatan jumlah kursi di parlemen dibandingkan hasil Pemilu 2024. Sarmuji menegaskan bahwa keberhasilan dalam menambah kursi merupakan indikator utama keberhasilan politik partai, dan kegagalan mencapai target ini akan menjadi kegagalan dalam menjalankan amanat rakyat.
Terhadap kader partai yang saat ini menjabat dalam kabinet, Sarmuji menyatakan bahwa semua anggota Golkar, termasuk pimpinan tertinggi, memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diambil secara internal, dengan pertimbangan kinerja dan potensi memperluas basis dukungan di daerah, termasuk di Papua.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

