Guterres Tiba di Indonesia, Fokus Perdamaian dan Kolaborasi Global
Sekjen PBB Antonio Guterres tiba di Indonesia pada malam hari, disambut langsung pejabat tinggi negara dan PBB, dengan agenda pertemuan penting hingga kunjungan ke pusat misi perdamaian TNI.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu malam, memulai kunjungan resmi ke Indonesia yang berlangsung hingga Senin (19/10). Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI bersama jajaran pejabat pemerintah dan perwakilan organisasi PBB, menunjukkan komitmen tinggi atas kerja sama multilateral. Kehadiran Guterres menjadi bagian dari rangkaian kunjungan strategis yang menekankan peran Indonesia dalam isu-isu global, khususnya di bidang perdamaian dan ketahanan global.
Selama kunjungannya, Guterres dijadwalkan menjalani pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia. Pertemuan ini akan membahas kerja sama dalam upaya menyelesaikan konflik, penguatan sistem multilateral, serta peran Indonesia sebagai negara penempat pasukan pemeliharaan perdamaian. Kehadiran pemimpin dunia ini juga menjadi momentum untuk menyoroti kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB di berbagai wilayah krisis.
Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Bogor. Di tempat ini, Guterres akan meninjau fasilitas pelatihan dan koordinasi pasukan perdamaian, sekaligus memberikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam mendukung misi internasional. Kunjungan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis PBB dalam menjaga stabilitas global melalui pendekatan konsensu dan diplomasi aktif.
Dengan kunjungan ini, Indonesia menegaskan kembali perannya sebagai negara yang aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Guterres mengapresiasi langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah dan TNI dalam mendukung misi PBB, serta menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk menghadapi tantangan global yang kompleks. Tujuan utamanya adalah memperkuat sistem multilateral yang inklusif dan efektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

