Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Haakon VIII Nyatakan Komitmen Pimpin Norwegia Pasca Wafat Ayah

Raja Haakon VIII menyampaikan pidato pertama setelah naik takhta, mengenang sang ayah Harald V dan menegaskan komitmen menjaga persatuan serta nilai-nilai keadilan di Norwegia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Haakon VIII Nyatakan Komitmen Pimpin Norwegia Pasca Wafat Ayah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Raja Haakon VIII secara resmi mengambil alih tampuk kepemimpinan kerajaan Norwegia dalam pidato pertamanya yang disiarkan secara nasional. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan rasa syukur dan haru atas peran ayahnya, Harald V, yang telah menjadi panutan dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Dengan suara terbata-bata, Haakon menyebut sang ayah sebagai sosok yang tidak hanya bijaksana, tetapi juga penuh kasih, baik sebagai ayah, kakek, maupun suami.

Di ruang istana, Haakon duduk di depan foto mendiang raja, dua lilin menyala, dan sebuket mawar putih—simbol penghormatan dan kesedihan. Ia mengenang bahwa hari berikutnya setelah kematian Harald seharusnya menjadi peringatan 58 tahun pernikahan mereka. Kehadiran ribuan warga yang berkumpul di luar istana membawa pesan bersama: duka yang mendalam, namun juga kekuatan kolektif yang menguatkan hati keluarga kerajaan.

Haakon menekankan pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, kesetaraan, dan keterbukaan. Ia menegaskan bahwa keluarga kerajaan tetap percaya pada tatanan hukum yang adil dan keberlanjutan nilai-nilai sosial. Ia juga menyampaikan bahwa sang ayah selalu mendorong setiap anggota keluarga untuk menemukan identitas sendiri, tanpa meniru, melainkan tumbuh sebagai diri penuh.

Dalam konteks yang kompleks, Haakon menyadari tantangan yang menanti, termasuk isu kesehatan keluarga dan dinamika publik yang memengaruhi citra kerajaan. Ia menyebut pentingnya solidaritas, bukan hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam hubungan dengan rakyat. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang tahu apa yang akan datang, namun satu hal pasti: bersama, mereka akan menghadapi masa depan—baik saat suka maupun duka.

Pemakaman Harald V belum ditetapkan, sementara masa berkabung nasional berlangsung. Perdana Menteri Jonas Gahr Støre ikut meresmikan penghormatan dengan menandatangani buku belasungkawa. Haakon sendiri dijadwalkan mengucap sumpah setia di parlemen pada Selasa (1/9), dilanjutkan dengan upacara pengukuhan bersama istrinya, Ratu Mette-Marit. Meski populasi pendukung monarki menurun dari 72% menjadi 54%, Haakon tetap dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh empati yang siap membawa Norwegia melalui masa sulit dengan hati terbuka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya