Haji Isam Perluas Kepemilikan Saham Bayan Resources
PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam, menaikkan jumlah saham yang akan diakuisisi dari Bayan Resources menjadi 10,084 miliar saham, menandai perubahan signifikan dalam transaksi PJBS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan perubahan jumlah saham yang akan dialihkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) dengan PT Jhonlin Baratama. Jumlah saham yang akan diterima oleh pembeli naik dari 10 miliar 500 juta menjadi 10,084 miliar saham, mencatat penambahan sekitar 84 juta lembar saham. Perubahan ini disahkan melalui surat pemberitahuan yang diterima perusahaan pada 5 Oktober 2026, setelah sebelumnya ditandatangani pada 1 Oktober 2026 oleh Dato' Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan pihak pembeli.
Transaksi ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal yang telah diumumkan sebelumnya, dengan dokumen PJBS Nomor 466/BR-OJK/IX/2026 yang ditandatangani pada 17 September 2026. Perubahan jumlah saham tersebut telah direkam dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia. Tidak ada perubahan pada nilai transaksi atau struktur kepemilikan lainnya, hanya penyesuaian jumlah saham yang dialihkan sesuai kesepakatan terbaru.
Manajemen Bayan Resources menegaskan bahwa perubahan ini tidak membawa dampak material negatif terhadap operasional perusahaan, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha. Proses akuisisi tetap berjalan sesuai rencana tanpa gangguan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Seluruh prosedur telah dilaksanakan sesuai regulasi dan transparansi pasar modal.
PT Jhonlin Baratama, sebagai pihak pembeli, kini memiliki komitmen resmi atas kepemilikan sebanyak 10.084.088.370 saham biasa di Bayan Resources. Dengan perubahan ini, kepemilikan saham oleh perusahaan milik Haji Isam secara eksplisit diperbesar, menandai langkah strategis dalam pengelolaan portofolio sektor pertambangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Pertahankan Penyitaan Dana Rp1,9 Triliun Meski Ada Kelalaian Proses
Pengadilan Singapura memutuskan tetap menyita dana hampir S$140 juta milik Bill Darmadi, meski terdapat kelalaian prosedural dan pelanggaran hak untuk didengar oleh pemilik aset.
7 Oktober 2026

Saham Melonjak, Investor Asing Keluarkan Rp238,8 Miliar
IHSG naik 1,36% ke level 6.118,86 dengan dominasi sektor properti dan kenaikan saham unggulan, sementara tiga emiten utama umumkan strategi bisnis dan dividen interim.
7 Oktober 2026

IHSG Menguat di Awal Sesi, Didukung Sentimen Global dan Aktivitas Pasar Dalam Negeri
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,33% ke level 6.139, didorong kenaikan saham unggulan dan aktivitas perdagangan yang aktif.
7 Oktober 2026

POOL Lepas 30% Saham Anak Usaha ke Perusahaan Singapura
Perusahaan asal Singapura Cicil Technologies membeli 30% saham Pool Advista Finance dari POOL melalui perjanjian bersyarat, tanpa pengaruh terhadap operasional dan keuangan perusahaan.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

6 Makanan Pendukung Kesehatan Lambung Secara Alami
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

BYD Perluas Penjualan Kei Car Racco ke Sri Lanka dan Makau
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA

STNK Digital Berlaku Sama Seperti Fisik, Siap Digunakan Saat Razia
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.08 WITA
Hiu Raksasa Terdampar di Kanal Busan Diamankan Setelah Dua Minggu
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Kematian Peneliti di Siberia Diduga Akibat Infeksi Pes Paru
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.07 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Dramatis atas Thailand
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.06 WITA

WhatsApp Uji Coba Fitur Batasi Akses Obrolan
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

Modena Perkenalkan Langganan Mesin Cuci Tanpa Beli
Rabu, 7 Oktober 2026, 09.05 WITA

