Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam mencatat kenaikan harian menjadi Rp2,572 juta per gram, disertai kenaikan harga pembelian kembali sebesar Rp10 ribu.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat, 9 Oktober, dengan posisi harga dasar per gram berada di angka Rp2,572 juta. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya berada pada level Rp2,565 juta per gram, menunjukkan kenaikan sebesar Rp7.000. Kenaikan ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang terus mengalami pergerakan harian berdasarkan faktor global dan permintaan domestik.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, kini berada di Rp2,376 juta per gram, naik Rp10 ribu dibandingkan posisi sebelumnya. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga beli kembali berada pada kisaran Rp196 ribu per gram, menunjukkan margin yang masih stabil bagi pelaku pasar.
Pergerakan harga ini dibandingkan dengan emas dari merek lain, seperti BSI Gold yang dibanderol Rp2,455 juta per gram dengan harga buyback Rp2,326 juta. Emas Galeri24 dijual dengan harga Rp2,505 juta per gram, sedangkan emas UBS berada di level Rp2,529 juta per gram. Perbedaan harga ini mencerminkan variasi harga berdasarkan merek, kebijakan distribusi, dan struktur biaya masing-masing produsen.
Perubahan harga harian ini menjadi acuan penting bagi investor dan masyarakat yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen simpanan nilai. Dengan kenaikan yang relatif kecil namun konsisten, tren ini menunjukkan stabilitas harga dalam konteks pasar yang dinamis, sekaligus menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi jangka pendek maupun panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
9 Oktober 2026

PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

