Harga TV Kecil Naik Akibat Kenaikan Harga Chip
Kenaikan harga chip memori global memicu kenaikan harga televisi ukuran kecil di Indonesia, dengan proyeksi kenaikan hingga 8 persen hingga Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.37 WITA·👁 15 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kenaikan harga komponen elektronik, khususnya chip memori, mulai berdampak nyata pada struktur harga televisi di pasar dalam negeri. Produsen elektronik asal Jepang, Sharp, mengungkapkan bahwa produk yang paling terdampak adalah televisi berukuran kecil, terutama model 32 inci yang kini dibanderol hampir mencapai Rp3 juta—naik signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di bawah Rp2 juta. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga komponen penyimpanan aplikasi Android yang sama besar meski digunakan pada layar kecil maupun besar, sehingga memengaruhi margin produksi.
Andry Adi Utomo, perwakilan pemasaran Sharp di Indonesia, menjelaskan bahwa kenaikan harga diprediksi mencapai rentang 3 hingga 8 persen dan akan terus berlanjut hingga Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa perusahaan telah menaikkan harga produk secara bertahap, dengan rencana kenaikan lanjutan pada bulan tersebut. Meski demikian, perusahaan belum dapat memastikan dampaknya terhadap volume penjualan, mengingat permintaan sempat melonjak saat momentum Piala Dunia 2026.
Untuk menyesuaikan dinamika pasar, Sharp kini memperkuat fokus pada segmen televisi berukuran besar. Saat ini, kontribusi pasar produk besar hanya sekitar 5 hingga 8 persen dari total penjualan TV Sharp yang mencapai 18 persen dari pasar secara keseluruhan. Perusahaan menargetkan peningkatan kontribusi segmen besar hingga mencapai 16 hingga 20 persen, dengan target total pangsa pasar TV Sharp naik menjadi 25 persen dalam waktu dekat.
Sebagai strategi penguatan, Sharp meluncurkan layanan Platinum Service khusus bagi pembeli TV premium seperti Aquos XLED dan SuperSize TV di lima kota utama. Layanan ini menjamin instalasi cepat dan dukungan teknis lebih responsif, menekankan nilai tambah di luar harga. Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap dapat memperluas penetrasi di segmen premium tanpa hanya bersaing berdasarkan harga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AI dan Transisi 20 Tahun yang Penuh Gejolak
Bill Gates memperingatkan potensi gejolak sosial dan ekonomi selama dua dekade ke depan akibat transformasi besar akibat kecerdasan buatan.
25 Oktober 2026

AI Prediksi Kelangsungan Hidup Pasien Kanker dari Foto Wajah
Teknologi kecerdasan buatan kini mampu memperkirakan peluang hidup pasien kanker hanya berdasarkan satu foto wajah, berkat pengembangan alat berbasis analisis wajah yang akurat dan konsisten.
25 Oktober 2026

Daniel Nadler, Pendiri 'ChatGPT Dokter' yang Kaya Raya dari Teknologi Kesehatan
Daniel Nadler, pendiri OpenEvidence, kini memiliki kekayaan mencapai Rp137,5 triliun berkat platform kecerdasan buatan yang membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis.
25 Oktober 2026

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Menteri Perindustrian soroti potensi kendaraan Range Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh 65 km per liter BBM dan menjangkau 1.600 km dengan pengisian penuh.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

