Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hindari 10 Kalimat Ini Saat Live TikTok untuk Hindari Sanksi

Creator dan penjual di TikTok harus berhati-hati menyampaikan informasi saat live agar tidak melanggar kebijakan platform, terutama terkait klaim produk, ajakan pindah platform, dan perbandingan merek.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.10 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 116x dibuka
Hindari 10 Kalimat Ini Saat Live TikTok untuk Hindari Sanksi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Live TikTok kini menjadi sarana penting bagi para kreator dan pelaku usaha untuk mempromosikan produk secara langsung. Namun, tidak semua cara penyampaian diperbolehkan, terutama ketika menyangkut promosi komersial. Platform memiliki aturan ketat terhadap konten yang menyesatkan, klaim berlebihan, atau perilaku yang mengarah pada penipuan. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami batasan verbal saat berinteraksi secara langsung dengan audiens.

Salah satu larangan utama adalah mengarahkan penonton ke platform lain seperti WhatsApp, Instagram, atau Shopee untuk melakukan transaksi. Meskipun nama platform itu sendiri tidak dilarang, ajakan semacam itu dianggap berisiko karena bisa menghindari sistem transaksi yang diatur oleh TikTok. Platform secara khusus memperingatkan pengguna agar tidak terjebak dalam ajakan pindah ke layanan eksternal yang justru bisa menjadi modus penipuan.

Penggunaan kata seperti "follow" atau "ikuti" dalam konteks live juga perlu dikontrol. Mereka tidak melanggar aturan secara otomatis, tetapi jika digunakan secara berulang dan dengan tekanan berlebihan, bisa dianggap manipulatif. TikTok menolak praktik yang menciptakan engagement secara artifisial, seperti memaksa penonton untuk mengikuti demi mendapatkan hadiah atau informasi. Fokus sebaiknya diberikan pada kualitas konten, bukan pada teknik persuasi yang menipu.

Klaim produk harus disampaikan secara akurat dan tidak berlebihan. Mengatakan "pasti sembuh", "langsung putih", atau "turun berat badan dalam tiga hari" dilarang karena dianggap menyesatkan, terutama untuk produk kecantikan, suplemen, dan kesehatan. TikTok hanya memperbolehkan klaim yang didukung data, spesifikasi, atau informasi resmi dari produsen. Pernyataan yang mengaku sebagai obat atau menjanjikan hasil instan tanpa bukti akan berisiko mendapat pembatasan atau penonaktifan akun.

Selain itu, penggunaan bahasa yang menyerang, vulgar, atau menyeret pihak lain dalam perbandingan merek juga dilarang. Menyebut merek pesaing sebagai "jelek" atau "palsu" tanpa dasar bisa menimbulkan ketidakobjektifan dan menimbulkan masalah hukum. Sama halnya dengan promosi hadiah yang tidak realistis, seperti "semua yang hadir dapat hadiah", yang bisa menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan. Semua komunikasi harus transparan, jujur, dan sesuai dengan kondisi aktual.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya