Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Humas di Era AI: Antisipasi Tantangan, Jaga Kepercayaan Publik

Praktisi humas diminta adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan sambil tetap menjaga akurasi dan etika dalam komunikasi publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Humas di Era AI: Antisipasi Tantangan, Jaga Kepercayaan Publik📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang signifikan bagi profesi hubungan masyarakat, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam penyebaran informasi. Di tengah akses yang semakin mudah dan cepat, praktisi humas dihadapkan pada tuntutan untuk tidak hanya menguasai alat digital, tetapi juga mampu membedakan informasi yang akurat dari yang menyesatkan. Dalam konteks ini, keberadaan AI justru memperbesar risiko disinformasi, manipulasi narasi, dan penyebaran deepfake dengan kecepatan yang tak terbayangkan sebelumnya.

Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), Boy Kelana, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak otomatis meningkatkan pemahaman antarmanusia. Justru, dengan informasi yang melimpah, masyarakat kini lebih rentan terhadap opini yang bias, narasi yang dimanipulasi, atau berita palsu yang tersebar luas. Ia menyampaikan bahwa AI bukan hanya alat produktif, tetapi juga potensi ancaman terhadap kepercayaan publik jika tidak dikelola secara bertanggung jawab.

Menurut Boy, algoritma digital mampu menyebarkan narasi ke jutaan orang dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut tidak diikuti dengan kemampuan algoritma untuk menilai kebenaran, keadilan, atau dampak sosial dari informasi yang disebarkan. Ia menekankan bahwa peran humas bukan sekadar menyebarkan pesan, tetapi juga menjadi penjaga integritas informasi dan penjaga kepercayaan publik di era digital yang dinamis.

Konvensi Humas Indonesia yang digelar di Solo menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan pemahaman dan respons praktisi humas terhadap perkembangan teknologi. Melalui forum ini, diharapkan muncul kerangka kerja bersama dalam menghadapi ancaman disinformasi, sekaligus memperkuat profesionalisme dan etika dalam komunikasi publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya