Humas di Era AI: Antisipasi Tantangan, Jaga Kepercayaan Publik
Praktisi humas diminta adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan sambil tetap menjaga akurasi dan etika dalam komunikasi publik.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang signifikan bagi profesi hubungan masyarakat, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam penyebaran informasi. Di tengah akses yang semakin mudah dan cepat, praktisi humas dihadapkan pada tuntutan untuk tidak hanya menguasai alat digital, tetapi juga mampu membedakan informasi yang akurat dari yang menyesatkan. Dalam konteks ini, keberadaan AI justru memperbesar risiko disinformasi, manipulasi narasi, dan penyebaran deepfake dengan kecepatan yang tak terbayangkan sebelumnya.
Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), Boy Kelana, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak otomatis meningkatkan pemahaman antarmanusia. Justru, dengan informasi yang melimpah, masyarakat kini lebih rentan terhadap opini yang bias, narasi yang dimanipulasi, atau berita palsu yang tersebar luas. Ia menyampaikan bahwa AI bukan hanya alat produktif, tetapi juga potensi ancaman terhadap kepercayaan publik jika tidak dikelola secara bertanggung jawab.
Menurut Boy, algoritma digital mampu menyebarkan narasi ke jutaan orang dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut tidak diikuti dengan kemampuan algoritma untuk menilai kebenaran, keadilan, atau dampak sosial dari informasi yang disebarkan. Ia menekankan bahwa peran humas bukan sekadar menyebarkan pesan, tetapi juga menjadi penjaga integritas informasi dan penjaga kepercayaan publik di era digital yang dinamis.
Konvensi Humas Indonesia yang digelar di Solo menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan pemahaman dan respons praktisi humas terhadap perkembangan teknologi. Melalui forum ini, diharapkan muncul kerangka kerja bersama dalam menghadapi ancaman disinformasi, sekaligus memperkuat profesionalisme dan etika dalam komunikasi publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

