Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih

Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 10x dibuka
Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Terumbu karang yang mengalami pemutihan akibat pemanasan air laut kini memiliki peluang lebih besar untuk pulih berkat temuan ilmiah baru. Proses pemutihan terjadi ketika alga simbiotik yang menyediakan nutrisi bagi karang terlepas akibat stres termal. Tanpa alga ini, terumbu kehilangan warna, kekuatan, dan rentan terhadap kerusakan lebih lanjut. Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances mengungkap bahwa kontak langsung antara karang yang telah memutih dan karang sehat dari jenis yang sama mampu mempercepat pemulihan secara signifikan.

Dalam eksperimen yang dilakukan oleh tim dari Stanford Doerr School of Sustainability, sepuluh pasang sampel terumbu karang — lima pasang bersentuhan langsung dan lima lainnya dipisahkan sejauh beberapa milimeter — menunjukkan hasil yang kontras. Terumbu yang ditempelkan langsung dengan karang sehat berhasil pulih sepenuhnya dalam waktu tujuh minggu, sementara yang terpisah tanpa kontak fisik akhirnya mati. Temuan ini menunjukkan bahwa jaringan karang dapat menyatu secara alami jika berasal dari klon identik, mirip mekanisme transplantasi organ pada manusia yang sukses antar kembar.

Para peneliti mengamati munculnya saluran mikroskopis di antara jaringan karang yang bersentuhan, yang berfungsi sebagai saluran transportasi alga dan nutrisi. Alga bermanfaat mulai berpindah dari karang sehat ke yang memutih hanya dalam tiga hari setelah kontak. Pasangan yang dipisahkan setelah lima hingga tujuh hari bersentuhan mampu menyelesaikan proses pemulihan sendiri, tanpa perlu kembali bersentuhan. Kecepatan alga berkembang di karang yang telah mengalami pemutihan meningkat drastis — tumbuh dua kali lipat setiap empat hari, atau sekitar sepuluh kali lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Peneliti menekankan bahwa pemulihan terumbu karang setelah gelombang panas laut biasanya sangat lambat, bahkan hampir tidak mungkin terjadi secara alami dalam waktu dekat. Namun, temuan ini membuka kemungkinan baru untuk intervensi berbasis alam. Rencana selanjutnya adalah mengembangkan metode penyaluran alga dari karang sehat ke karang yang terdampak tanpa harus menjaga kontak fisik terus-menerus. Strategi ini melibatkan pengumpulan alga dari individu sehat sebelum gelombang panas terjadi, lalu penyebarannya secara massal ke area terumbu yang rusak.

Para ilmuwan optimistis bahwa pendekatan ini dapat menjadi kunci dalam upaya restorasi ekosistem laut yang terancam punah akibat perubahan iklim. Dengan memanfaatkan mekanisme alami yang sudah ada, penelitian ini menawarkan harapan baru untuk mempercepat pemulihan terumbu karang di berbagai wilayah pesisir, termasuk di kawasan yang rentan seperti Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya