Stok Beras Nasional Capai Rekor 4,56 Juta Ton dalam Dua Tahun
Pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai rekor tertinggi sebesar 4,56 juta ton selama dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, hasil dari kebijakan penguatan cadangan pangan yang dilakukan secara masif.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.25 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 33x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah berhasil mencatatkan pencapaian historis dalam ketahanan pangan nasional dengan stok beras mencapai 4,56 juta ton pada akhir periode dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah, menunjukkan efektivitas kebijakan strategis yang difokuskan pada peningkatan cadangan pangan secara bertahap dan sistematis. Kenaikan signifikan ini didorong oleh peningkatan produksi dalam negeri, efisiensi distribusi, serta penataan logistik pangan yang lebih terintegrasi.
Kebijakan penguatan cadangan pangan dilakukan secara masif melalui berbagai program pendukung, termasuk insentif bagi petani, peningkatan kapasitas gudang bulog, dan pengawasan ketat terhadap stok di tingkat daerah. Hasilnya, stok beras yang tersedia tidak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memberikan ruang fleksibilitas dalam menghadapi ketidakpastian cuaca dan fluktuasi pasar global. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap kemandirian pangan.
Dengan rekor stok beras tersebut, pemerintah menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil telah memperkuat ketahanan pangan secara struktural, sekaligus meminimalkan risiko kelangkaan di masa depan. Pencapaian ini juga menjadi dasar bagi kebijakan lanjutan dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan kebijakan pangan, tetapi juga menunjukkan konsistensi dalam pendekatan jangka panjang terhadap ketahanan pangan nasional. Pemerintah menekankan bahwa upaya ini akan terus dipertahankan dan diperkuat untuk menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi, demi keberlangsungan pangan yang aman dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

