Relokasi Pedagang Taman Puring Ditetapkan, Kawasan Dijadikan Taman Setara
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menetapkan relokasi pedagang Pasar Taman Puring ke lokasi baru, sementara area bekas pasar akan direvitalisasi menjadi Taman Setara.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.26 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 33x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah menetapkan kebijakan relokasi pedagang yang beraktivitas di area Pasar Taman Puring pasca-kebakaran besar. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari rencana revitalisasi kawasan yang sebelumnya menjadi pusat perdagangan tersebut. Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa eks lokasi pasar akan diubah menjadi Taman Setara, menekankan pentingnya pengelolaan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Proses relokasi akan segera dilakukan setelah lokasi baru dipastikan. Pemilihan tempat berjualan baru telah mempertimbangkan aksesibilitas, kenyamanan, serta kondisi fisik yang mendukung aktivitas ekonomi pedagang. Syafrin menegaskan bahwa penentuan lokasi bertujuan untuk menghindari potensi konflik di masa depan dan memastikan kelancaran kegiatan jual beli tanpa mengganggu ketertiban umum.
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk menampung pedagang adalah kawasan Lenteng Agung. Meski belum disebutkan secara rinci jumlah pedagang yang akan dipindahkan, pemerintah menyatakan bahwa lokasi tersebut telah disiapkan dan layak untuk digunakan sebagai tempat usaha baru. Proses perencanaan dilakukan secara matang oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, yang saat ini tengah menyusun desain dan skema pembangunan taman.
Penetapan Taman Setara sebagai pengganti pasar tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga keberlanjutan sosial dan ekonomi. Kebakaran yang terjadi pada 28 Juli malam menyebabkan kerusakan hingga 600 kios, menghentikan aktivitas perdagangan secara mendadak. Dengan relokasi dan revitalisasi, pemerintah berharap dapat menciptakan kembali ruang publik yang aman, ramah, dan mendorong kembali kehidupan ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

