BPOM Terbitkan 144.863 NIE Pangan Olahan dalam Dua Tahun
BPOM mencatat penerbitan 144.863 nomor izin edar pangan olahan sejak 2024 hingga 2026, termasuk penerapan Nutri-Level untuk perlindungan konsumen.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.24 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 32x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Dalam periode dua tahun sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan 144.863 nomor izin edar (NIE) untuk produk pangan olahan. Angka tersebut mencakup 105.354 produk dalam negeri dan 39.509 produk impor, menunjukkan upaya sistematis dalam memastikan keamanan, khasiat, serta mutu pangan yang beredar di pasaran nasional.
Penerbitan NIE ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengawasan berbasis risiko, yang bertujuan meningkatkan kualitas pangan dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Sejalan dengan itu, BPOM juga mengeluarkan Peraturan Nomor 10 Tahun 2026 yang mewajibkan pencantuman informasi nilai gizi melalui sistem Nutri-Level pada label pangan olahan. Tujuannya adalah mempermudah masyarakat dalam mengambil keputusan konsumsi berdasarkan data gizi yang transparan dan mudah dipahami.
Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), BPOM turut berperan aktif dengan melakukan pemeriksaan dan pendampingan terhadap 198 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada semester pertama 2026. Sebanyak 76 SPPG mendapat pendampingan khusus untuk memastikan praktik pengolahan pangan sesuai standar keamanan, sekaligus mewujudkan keterpaduan antara gizi dan keamanan pangan dalam program nasional.
Komitmen BPOM didukung oleh arahan presiden yang menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan, Presiden Prabowo menyebut swasembada pangan sebagai pencapaian utama, yang menjadi benteng utama dalam menghadapi ketidakpastian global. Ia menegaskan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan, melainkan alat strategis dalam menjaga stabilitas negara.
Pengawasan yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, dan pendampingan terhadap pelaku usaha serta penyelenggara program menjadi pilar utama dalam keberhasilan ini. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis data, BPOM berupaya menjadikan sistem pangan Indonesia lebih aman, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat secara nyata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

