PACK Siap Gelar Rights Issue Rp8,19 Triliun untuk Akuisisi dan Pelunasan Utang
Emiten Haji Isam, PACK, rencanakan rights issue senilai maksimal Rp8,19 triliun untuk pelunasan pinjaman, akuisisi saham Denway Development, dan pendanaan modal kerja.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mempersiapkan pelaksanaan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD II) dengan nilai maksimal sebesar Rp8,19 triliun. Rencana ini tertuang dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, dengan jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 100 miliar lembar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi bisnis.
Pelaksanaan PMHMETD II akan berlangsung setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang direncanakan digelar pada 30 November 2026. Sebelumnya, perusahaan wajib menyerahkan pernyataan pendaftaran beserta dokumen pendukung kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menunggu keefektifan pendaftaran tersebut. Proses ini merupakan syarat mutlak sesuai ketentuan POJK HMETD.
Dana hasil rights issue akan digunakan secara spesifik untuk tiga tujuan utama. Pertama, pelunasan sebagian pinjaman yang dimiliki perseroan. Kedua, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), yang menjadi bagian dari rencana akuisisi strategis. Ketiga, sebagai modal kerja untuk perseroan dan entitas anak perusahaan, guna mendukung operasional serta pertumbuhan jangka panjang.
Manajemen PACK menegaskan bahwa penggunaan dana ini tidak hanya menyangkut kebutuhan finansial jangka pendek, tetapi juga mendukung transformasi bisnis secara menyeluruh. Dengan pendanaan dari rights issue, perusahaan berharap dapat memperkuat posisi keuangan, mengurangi beban bunga, serta mempercepat integrasi aset baru melalui akuisisi DDL.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

