Presiden Kamerun Jadi Sorotan karena Kehadiran Langka di Negaranya
Kunjungan presiden Kamerun Paul Biya ke negaranya memicu kritik luas karena terlalu sering menghabiskan waktu di Swiss, menyisakan kekosongan kepemimpinan saat negara menghadapi krisis ekonomi dan konflik internal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kehadiran Presiden Kamerun Paul Biya di ibu kota negara dalam beberapa hari terakhir menjadi peristiwa yang justru memicu kemarahan publik. Banyak warga menyebut kunjungan ini sebagai bentuk simbolis yang tidak sesuai dengan realitas—di mana sang pemimpin justru lebih sering berada di luar negeri, khususnya di Swiss, daripada menjalankan tugas di tanah kelahirannya. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keterlibatan aktif pemimpin dalam menangani krisis yang sedang dihadapi negara.
Biya, yang menjabat sejak 1982, kini mengepalai negara untuk masa jabatan kedelapan setelah menang dalam pemilu tahun lalu. Ia diperkirakan akan berusia 99 tahun pada akhir masa jabatannya, menjadikannya salah satu pemimpin tertua di dunia yang masih berkuasa. Namun, sejumlah catatan menunjukkan bahwa sejak menjabat, ia telah menghabiskan lebih dari empat tahun di luar negeri hanya untuk keperluan pribadi, termasuk masa tinggal yang panjang pada tahun 2018. Pada 2024 dan 2026, ia juga absen selama dua bulan berturut-turut—dari 7 Juni hingga 20 Agustus—dalam periode krusial bagi stabilitas nasional.
Kondisi ini diperparah oleh situasi dalam negeri yang memburuk, termasuk tingginya angka pengangguran dan eskalasi konflik pemisahan diri di wilayah barat negara. Kritik pun bermunculan di media sosial, termasuk di TikTok, di mana warganet menyindir ironi bahwa rakyat Kamerun merasa seperti menerima kunjungan resmi dari kepala negara mereka sendiri. Seorang pengguna bernama Pr7ation menyampaikan kekecewaannya: “Saya ingin tahu bagaimana perasaan Anda karena seorang kepala negara akan mengunjungi Anda.”
Pemerintah Kamerun membantah tudingan bahwa Biya tidak mampu menjalankan tugas, menegaskan bahwa ia tetap menjalankan fungsi kepemimpinan secara jarak jauh, meski tidak hadir secara fisik. Mereka menekankan bahwa kekosongan posisi wakil presiden tidak mengganggu kelancaran pemerintahan. Namun, hingga kini, pihak pemerintah belum merilis rincian resmi mengenai jadwal dan tujuan perjalanan presiden ke luar negeri, yang memperkuat kecurigaan publik terhadap transparansi kepemimpinan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

