Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jakarta Pertama Kali di Bawah 4% Kemiskinan

Angka kemiskinan DKI Jakarta turun menjadi 3,96% pada Maret 2026, pertama kali di bawah ambang batas 4%, menandai capaian sejarah dalam program pembangunan dan intervensi sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 10x dibuka
Jakarta Pertama Kali di Bawah 4% Kemiskinan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja pembangunan sosial dan ekonomi di Jakarta mencatat sejarah baru pada Maret 2026, ketika tingkat kemiskinan resmi turun ke angka 3,96%, pertama kalinya dalam sejarah mencapai level di bawah 4%. Penurunan sebesar 0,07 poin dari posisi 4,03% sebelumnya menunjukkan efektivitas berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Pencapaian ini disampaikan langsung oleh pejabat senior dalam konferensi pers terkait realisasi APBD triwulan III 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Ia menyebut bahwa angka tersebut merupakan bukti nyata dari kerja kolektif antara program pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses lapangan kerja, serta kebijakan perlindungan sosial yang terintegrasi.

Di samping penurunan kemiskinan, data terkini menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,79%, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 66,05%, meningkat 0,57 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal telah mulai memberikan dampak nyata.

Pemerintah DKI menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hasil keberuntungan, melainkan hasil dari pendekatan sistemik yang menggabungkan intervensi langsung terhadap kelompok rentan, pelatihan keterampilan seperti menjahit, hingga penguatan kemampuan bahasa asing sebagai modal dalam persaingan ekonomi global. Program-program tersebut dirancang untuk menjamin ketahanan ekonomi masyarakat jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya