Jakarta Pertama Kali di Bawah 4% Kemiskinan
Angka kemiskinan DKI Jakarta turun menjadi 3,96% pada Maret 2026, pertama kali di bawah ambang batas 4%, menandai capaian sejarah dalam program pembangunan dan intervensi sosial.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja pembangunan sosial dan ekonomi di Jakarta mencatat sejarah baru pada Maret 2026, ketika tingkat kemiskinan resmi turun ke angka 3,96%, pertama kalinya dalam sejarah mencapai level di bawah 4%. Penurunan sebesar 0,07 poin dari posisi 4,03% sebelumnya menunjukkan efektivitas berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah daerah.
Pencapaian ini disampaikan langsung oleh pejabat senior dalam konferensi pers terkait realisasi APBD triwulan III 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Ia menyebut bahwa angka tersebut merupakan bukti nyata dari kerja kolektif antara program pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses lapangan kerja, serta kebijakan perlindungan sosial yang terintegrasi.
Di samping penurunan kemiskinan, data terkini menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,79%, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 66,05%, meningkat 0,57 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal telah mulai memberikan dampak nyata.
Pemerintah DKI menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hasil keberuntungan, melainkan hasil dari pendekatan sistemik yang menggabungkan intervensi langsung terhadap kelompok rentan, pelatihan keterampilan seperti menjahit, hingga penguatan kemampuan bahasa asing sebagai modal dalam persaingan ekonomi global. Program-program tersebut dirancang untuk menjamin ketahanan ekonomi masyarakat jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

