Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Capai 66 Persen
Survei IPO menunjukkan 66 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto, didorong oleh upaya pemberantasan korupsi dan program bantuan sosial.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 66 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam periode evaluasi terbaru, menurut hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO). Dari angka tersebut, 61 persen mengaku puas dan 5 persen menyatakan sangat puas, sementara sisanya—sekitar 28 persen—menilai kinerja belum memuaskan, dengan 6 persen menyatakan tidak puas sama sekali.
Pertanyaan yang diajukan dalam survei berbunyi, “Apakah Bapak/Ibu puas atau tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto secara umum saat ini?” Hasilnya mencerminkan persepsi publik yang cenderung positif terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Faktor pendorong kepuasan terbesar adalah upaya pemberantasan korupsi yang disebut berkontribusi sebesar 19 persen, disusul bantuan sosial dengan 14,5 persen, dan program kerja nyata sebesar 10,7 persen. Program makan bergizi gratis (MBG) juga turut memengaruhi kepuasan publik dengan kontribusi 6 persen.
Dalam aspek permasalahan yang dianggap mendesak, pengendalian harga bahan pokok menjadi prioritas utama, dengan 28 persen responden menilainya sebagai isu paling krusial. Pemberantasan korupsi menempati posisi kedua dengan 19,5 persen, diikuti oleh pembukaan lapangan kerja dan penurunan angka pengangguran sebesar 14,7 persen. Menurut Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, temuan ini menegaskan bahwa isu ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan tata kelola pemerintahan tetap menjadi ukuran utama dalam menilai kinerja kepemimpinan nasional.
Survei dilaksanakan pada periode 12 hingga 20 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak melalui metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen, hasil survei dianggap representatif untuk menggambarkan persepsi publik secara nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

