Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah penelitian skala besar yang melibatkan lebih dari 16 ribu mahasiswa dari berbagai kampus di Odisha, India, mengungkap bahwa larangan penggunaan handphone selama proses pembelajaran secara signifikan meningkatkan konsentrasi dan prestasi akademik. Dalam eksperimen yang dilakukan selama satu semester, peserta dibagi secara acak ke dalam kelompok yang dilarang menggunakan ponsel dan kelompok yang diperbolehkan. Hasilnya menunjukkan perbedaan nyata dalam performa akademik, terutama pada mahasiswa dengan nilai awal yang rendah.
Pengamatan menunjukkan bahwa gangguan dari notifikasi, getaran, dan aktivitas digital lainnya berdampak langsung pada kemampuan menyerap materi. Ketika ponsel dimasukkan ke dalam kotak selama kelas, terjadi penurunan perilaku mengganggu seperti berbincang di luar topik atau mengakses media sosial. Aktivitas belajar mengajar menjadi lebih terfokus, dengan partisipasi yang lebih tinggi dan interaksi antara dosen dan mahasiswa meningkat.
Data dari survei, observasi, dan evaluasi akademik menyatakan bahwa mahasiswa yang tidak menggunakan ponsel selama kelas mencatat peningkatan nilai rata-rata dibandingkan kelompok kontrol. Bahkan, kesenjangan akademik antar-mahasiswa menjadi lebih tipis setelah kebijakan diterapkan. Peneliti menyatakan bahwa dampak ini setara dengan peningkatan standar pendidikan lainnya, menunjukkan bahwa pengelolaan perangkat digital bisa menjadi alat strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini didukung oleh bukti empiris dalam skala besar, memberikan dasar kuat bagi kebijakan pendidikan yang lebih tegas terhadap penggunaan ponsel di kelas. Meski demikian, mereka menyarankan agar penelitian serupa dilakukan di tingkat sekolah dasar dan menengah untuk mengetahui apakah hasil yang sama dapat diterapkan secara luas. Setelah eksperimen, sebagian besar mahasiswa menyatakan mendukung kebijakan larangan ponsel karena merasakan manfaat langsung terhadap kualitas belajar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026

Badak Putih Eropa Tiba di Meksiko untuk Program Konservasi
Empat ekor badak putih dari Eropa tiba di kebun binatang Guadalajara, Meksiko, dalam upaya perlindungan spesies yang terancam punah.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

