Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok 11,57% ke Level 5.185 Pasca-Pengumuman MSCI

Indeks saham domestik merosot tajam ke 5.185 setelah pengumuman revisi klasifikasi MSCI, disertai tekanan dari transaksi besar dan dominasi saham turun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
IHSG Anjlok 11,57% ke Level 5.185 Pasca-Pengumuman MSCI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Jumat (16/10) di posisi 5.185, merosot 678,67 poin atau 11,57 persen dibanding penutupan sebelumnya. Penurunan tajam ini terjadi seiring pengumuman resmi dari MSCI yang memengaruhi klasifikasi pasar saham Indonesia, memicu aksi jual besar-besaran di seluruh segmen pasar. Volume perdagangan mencapai 68,56 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp31,92 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas spekulatif dan reaksi investor terhadap perubahan kebijakan global.

Dari 795 saham yang diperdagangkan, hanya 10 yang mampu mencatatkan kenaikan, sementara 775 saham mengalami penurunan, dan 10 lainnya stagnan. Seluruh sektor mengalami tekanan, dengan sektor barang baku menjadi yang paling terdampak, turun hingga 13,26 persen. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap likuiditas dan prospek aliran modal asing ke pasar Indonesia dalam jangka pendek.

Di tingkat regional, pasar saham Asia menunjukkan performa beragam. Bursa Hong Kong melalui Hang Seng Composite menguat 0,52 persen, Singapura (Straits Times) naik 0,26 persen, Shanghai Composite melonjak 0,24 persen, dan Nikkei 225 di Jepang melompat 1,39 persen. Sementara itu, pasar Eropa bergerak bervariasi, dengan DAX Jerman menguat 1,06 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris melemah tipis 0,03 persen.

Di Amerika Serikat, seluruh indeks utama berada di zona positif. S&P 500 naik 0,33 persen, NASDAQ Composite menguat 0,08 persen, dan Dow Jones menguat 1,08 persen, mencerminkan ketahanan pasar ekuitas global terhadap tekanan dari pasar berkembang. Namun, kinerja IHSG yang melemah tajam menjadi sorotan utama dalam konteks stabilitas pasar keuangan regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya