Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Bangkit Setelah Tekanan Awal, Capai 5.387

Indeks saham nasional berakhir menguat 1,12% ke level 5.387, didorong penguatan mayoritas saham dan sentimen kebijakan moneter serta politik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
IHSG Bangkit Setelah Tekanan Awal, Capai 5.387📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan kenaikan signifikan, mencapai posisi 5.387,91, naik 59,54 poin atau 1,12% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan awal sempat menunjukkan tekanan, dengan IHSG dibuka di level 5.247,98 dan sempat turun hingga 2% sebelum berbalik arah. Kenaikan bertahap terjadi sepanjang hari hingga menyentuh level tertinggi harian di 5.422,59, menunjukkan kepercayaan pasar yang pulih meski sempat terganggu di awal perdagangan.

Volume perdagangan mencatatkan aktivitas tinggi, dengan total 331,29 juta lot diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp15,31 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 489 menguat, 216 melemah, serta 258 tidak bergerak, menunjukkan dominasi penguatan yang mendukung kenaikan indeks. Kinerja ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap sejumlah isu domestik dan global, termasuk kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan serta upaya peningkatan penyaluran kredit oleh sektor perbankan.

Presiden Republik Indonesia menanggapi isu klasifikasi pasar saham oleh MSCI, yang sedang meninjau kemungkinan perubahan status Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi Standalone Market. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk tekanan yang bertujuan menakut-nakuti pelaku pasar. Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap tangguh menghadapi tantangan, meskipun masih menghadapi berbagai hambatan.

Kajian MSCI masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar hingga April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Di tengah proses ini, pemerintah dan otoritas pasar modal terus memperkuat reformasi, khususnya dalam transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan. Langkah-langkah tersebut menjadi penilaian penting bagi MSCI sebelum keputusan akhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya