IHSG Diproyeksikan Melanjutkan Penguatan di Tengah Risiko Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan menguat hari ini dengan rentang pergerakan antara 6.610 hingga 6.755, didukung ekspektasi tren naik meski ada potensi koreksi jangka pendek.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menunjukkan kecenderungan penguatan pada perdagangan Kamis (10/9), menyusul pergerakan stabil di sesi sebelumnya. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut bahwa posisi indeks saat ini berada pada akhir gelombang kelima dari gelombang (c), dengan target kenaikan berada di kisaran 6.736 hingga 6.812. Namun, ia menekankan perlunya waspada terhadap potensi koreksi mendekati level 6.643–6.653 sebagai titik koreksi terdekat.
Herditya menetapkan level support di 6.610 dan 6.561, serta resistance di 6.705 dan 6.755 untuk pergerakan hari ini. Dalam rekomendasinya, ia menyebut empat emiten yang berpotensi menarik perhatian, yakni BIPI, HMSP, TINS, dan PTBA. Pemantauan terhadap pergerakan indeks dinilai penting, terutama dalam mengantisipasi volatilitas yang bisa muncul dari kondisi pasar global.
Di sisi lain, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menilai pasar berada dalam fase persimpangan arah, dengan peluang penguatan maupun koreksi terbuka lebar. Ia menekankan bahwa tren naik masih berpotensi berlanjut selama IHSG mampu bertahan di atas moving average 20 hari (SMA-20). Jika mampu mempertahankan posisi tersebut, potensi kenaikan bisa menembus level 6.835. Namun, jika terjadi penurunan, koreksi diperkirakan akan menguji level 6.541 sebagai titik uji SMA-20.
Rentang pergerakan yang diproyeksikan oleh Ivan mencakup support di 6.610, 6.542, dan 6.476, serta resistance di 6.765, 6.835, 6.916, dan 6.971. Ia merekomendasikan emiten BBNI, BBRI, dan CPIN sebagai pilihan investasi strategis. Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.678 pada Rabu (9/9), melemah 8,24 poin atau 0,12 persen dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 34,36 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp16,03 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 308 menguat, 317 terkoreksi, dan 169 stagnan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


