IHSG Melemah 0,88% ke Level 6.384, Tekanan dari Sektor Energi
Indeks Harga Saham Gabungan turun 56,43 poin atau 0,88% ke posisi 6.384,73 akibat tekanan jual berkelanjutan, didorong pelemahan sektor energi dan kondisi pasar global yang memengaruhi kebijakan moneter.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Senin (21/9/2026), menutup sesi di level 6.384,73, turun 56,43 poin atau 0,88% dari pembukaan harian. Meski sempat menguat ke level tertinggi harian 6.451,33 pada awal sesi, tekanan penjualan menguat menjelang penutupan, menekan indeks hingga menyentuh level terendah 6.381,57. Pergerakan intraday menunjukkan fluktuasi signifikan, dengan IHSG bergerak di kisaran 6.420-an sebelum akhirnya kembali menguat ke 6.430-an, namun gagal bertahan hingga akhir perdagangan.
Dari 963 saham yang diperdagangkan, 372 saham mengalami penurunan harga, 294 saham menguat, dan 297 saham tidak bergerak. Aktivitas pasar dominan terjadi di pasar reguler, dengan volume perdagangan mencapai 239,41 juta lot, nilai transaksi Rp10,21 triliun, dan frekuensi transaksi sekitar 1,82 juta kali. Sementara pasar negosiasi mencatat volume 28,54 juta lot, nilai transaksi Rp1,58 triliun, dan 448 transaksi.
Sektor energi menjadi pemberat utama pelemahan IHSG, turun 2,2%, disusul utilitas yang melemah 1,9% dan sektor non kritikal yang turun 0,8%. Saham-saham pemberat seperti BYAN, BMRI, TLKM, BBRI, dan BREN menekan indeks, sementara MPRO, COIN, TPIA, MTEL, dan NATO menjadi penopang penguatan.
Kondisi pasar dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, keputusan suku bunga Bank of Japan, serta kebijakan moneter AS yang tetap ketat. Harga minyak global berada di kisaran US$100 per barel, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di level dekat 5%. Pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan rilis data ekonomi domestik, serta pertemuan Trump dan Xi yang membahas isu perdagangan, AI, dan mineral kritis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

