IHSG Melemah Pekan Lalu, Prospek Pekan Ini Mixed
Indeks saham turun tipis pekan lalu, didukung penurunan volume dan nilai transaksi, sementara prospek minggu depan dipengaruhi kebijakan Fed dan rilis data makro.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.518 pada Jumat (28/8), mengalami penurunan 3,62 poin atau 0,06 persen dibandingkan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 35,30 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp15,15 triliun. Pada periode 24 hingga 28 Agustus 2026, pasar saham tercatat mengalami penutupan negatif selama tiga hari, meski sempat menguat pada satu hari lainnya. Secara keseluruhan, indeks menguat 0,25 persen dalam sepekan terakhir, menunjukkan pergerakan fluktuatif namun tetap berada dalam rentang konsolidasi.
Kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 0,16 persen, turun dari Rp11.449 triliun menjadi Rp11.431 triliun. Rata-rata volume transaksi harian anjlok 28,33 persen, dari 50,30 miliar menjadi 36,05 miliar lembar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian turun 1,84 persen dari Rp15,57 triliun ke Rp15,29 triliun, dan frekuensi transaksi harian menurun 2,64 persen dari 2,21 juta menjadi 2,15 juta kali. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp482,24 miliar pada hari terakhir pekan tersebut, dengan akumulasi jual bersih tahunan mencapai Rp70,36 triliun hingga pertengahan Agustus 2026.
Analisis dari VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada awal pekan. Rentang pergerakan diproyeksikan antara support 6.430 dan resistance 6.606. Pemicu utama kecenderungan ini adalah nada hawkish The Federal Reserve yang masih dominan, terutama menyusul pernyataan Gubernur Fed Kevin Warsh bahwa inflasi inti AS belum menunjukkan pelambatan signifikan. Hal ini memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi berlanjut, atau higher for longer, yang berdampak pada sentimen pasar global.
Pasar juga akan memantau rilis data inflasi Indonesia bulan Agustus 2026 yang diperkirakan tumbuh 2,86 persen secara tahunan, serta data PMI manufaktur yang diperkirakan tetap di zona ekspansif pada level 50,5. Kedua data ini dinilai akan direspons secara moderat, karena belum menunjukkan perubahan mendasar terhadap kondisi ekonomi domestik. Di sisi lain, investor akan memperhatikan proses rebalancing indeks MSCI yang mulai berlaku 1 September 2026, yang berpotensi memicu arus keluar dana dari pasar saham lokal.
Sejumlah emiten direkomendasikan berdasarkan analisis teknikal. PT Indika Energy Tbk (INDY) diproyeksikan mencapai level 2.960 dari posisi penutupan pekan lalu di 2.830. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 6,63 persen menjadi 965, diperkirakan bisa menembus 1.140. Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke level 1.520 dari 1.340, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ke 7.650 dari 7.300, serta PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) ke 1.590 dari 1.465.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

ISF 2026 Tekankan Kolaborasi Global untuk Ekonomi Berkelanjutan
Forum keberlanjutan internasional 2026 di Jakarta akan fokus pada pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan sistemik dengan melibatkan lebih dari 200 narasumber global.
2 Oktober 2026

Program Asuransi BMN Perluas Cakupan ke 20+ Kementerian
Program asuransi barang milik negara melalui pooling fund bencana akan melibatkan lebih dari 20 kementerian mulai 2027, dengan fokus pada perlindungan aset strategis dari risiko bencana.
2 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Jerman 2026
Tahun 2026 menjadi titik penting dalam hubungan Indonesia-Jerman melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi dan percepatan kerja sama di sektor industri, energi hijau, serta pengembangan SDM.
2 Oktober 2026

Revitalisasi Sekolah di Bali Dorong Peningkatan Ekonomi dan Kualitas Pembelajaran
Program revitalisasi 401 sekolah di Bali pada 2025–2026 tidak hanya perbaiki infrastruktur, tapi juga tingkatkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan kenyamanan belajar.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lelang Batik Karya Desainer Dorong Permodalan UMKM Perempuan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

MA Setujui Permohonan Pemakzulan Bupati Gowa
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Insentif SPPG Rp2.000 Harus Disertai Standar Mutu Ketat
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.28 WITA

Anggota DPR Puji Kinerja Basarnas dalam Operasi SAR KM Virgo
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.27 WITA

Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri, Mulai Era Baru Kepemimpinan
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kejagung Tegaskan Nanik Deyang Tak Terlibat dalam Kasus MBG
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.26 WITA

Suara Hujan dan Ketenangan yang Dibentuk Otak
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.25 WITA

Tepung Olahan Berlebihan Picu Risiko Penyakit Kronis
Jumat, 2 Oktober 2026, 23.23 WITA

