Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi Rabu

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,12 persen ke level 6.678 pada penutupan perdagangan Rabu, dipengaruhi koreksi sektor kesehatan dan tekanan pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi Rabu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Rabu pada posisi 6.678, mengalami penurunan sebesar 8,24 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Gerakan ini mencerminkan tekanan di sejumlah sektor utama, terutama setelah sejumlah emiten menunjukkan kinerja yang tidak sesuai ekspektasi. Volume perdagangan mencapai 34,36 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp16,03 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap aktif meski bergerak dalam koridor negatif.

Dari 11 sektor utama, enam mengalami penurunan, dengan sektor kesehatan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 1,47 persen. Di sisi lain, lima sektor berhasil menguat, terpimpin oleh transportasi yang naik 2,19 persen, didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan logistik dan jasa angkutan. Secara keseluruhan, sebanyak 308 saham menguat, 317 terkoreksi, dan 169 bergerak datar, menggambarkan dominasi sentimen negatif di pasar.

Pasar global turut memberi tekanan pada pergerakan IHSG. Bursa Asia menunjukkan dominasi koreksi, dengan Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,17 persen, Straits Times di Singapura melemah 0,53 persen, dan Nikkei 225 di Jepang turun 0,19 persen. Hanya indeks Shanghai Composite yang mampu menguat 0,28 persen. Di Eropa, indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris masing-masing terkoreksi 0,81 persen dan 0,41 persen. Di Amerika Serikat, tiga indeks utama—S&P 500, NASDAQ Composite, dan Dow Jones—berakhir merah, dengan penurunan masing-masing 0,58 persen, 0,32 persen, dan 1,18 persen.

Kondisi ini menggambarkan tekanan global yang berdampak pada investor domestik, terutama dalam konteks sentimen ekonomi global yang masih rentan terhadap volatilitas. Namun, kinerja sektor transportasi dan aktivitas perdagangan yang tinggi menunjukkan adanya ketahanan di beberapa segmen pasar. Investor tetap memantau perkembangan kebijakan moneter dan data ekonomi domestik sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan di sesi perdagangan berikutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya