IHSG Melemah Tipis di Akhir Sesi Rabu
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,12 persen ke level 6.678 pada penutupan perdagangan Rabu, dipengaruhi koreksi sektor kesehatan dan tekanan pasar global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Rabu pada posisi 6.678, mengalami penurunan sebesar 8,24 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Gerakan ini mencerminkan tekanan di sejumlah sektor utama, terutama setelah sejumlah emiten menunjukkan kinerja yang tidak sesuai ekspektasi. Volume perdagangan mencapai 34,36 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp16,03 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap aktif meski bergerak dalam koridor negatif.
Dari 11 sektor utama, enam mengalami penurunan, dengan sektor kesehatan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 1,47 persen. Di sisi lain, lima sektor berhasil menguat, terpimpin oleh transportasi yang naik 2,19 persen, didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan logistik dan jasa angkutan. Secara keseluruhan, sebanyak 308 saham menguat, 317 terkoreksi, dan 169 bergerak datar, menggambarkan dominasi sentimen negatif di pasar.
Pasar global turut memberi tekanan pada pergerakan IHSG. Bursa Asia menunjukkan dominasi koreksi, dengan Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,17 persen, Straits Times di Singapura melemah 0,53 persen, dan Nikkei 225 di Jepang turun 0,19 persen. Hanya indeks Shanghai Composite yang mampu menguat 0,28 persen. Di Eropa, indeks DAX Jerman dan FTSE 100 Inggris masing-masing terkoreksi 0,81 persen dan 0,41 persen. Di Amerika Serikat, tiga indeks utama—S&P 500, NASDAQ Composite, dan Dow Jones—berakhir merah, dengan penurunan masing-masing 0,58 persen, 0,32 persen, dan 1,18 persen.
Kondisi ini menggambarkan tekanan global yang berdampak pada investor domestik, terutama dalam konteks sentimen ekonomi global yang masih rentan terhadap volatilitas. Namun, kinerja sektor transportasi dan aktivitas perdagangan yang tinggi menunjukkan adanya ketahanan di beberapa segmen pasar. Investor tetap memantau perkembangan kebijakan moneter dan data ekonomi domestik sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan di sesi perdagangan berikutnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Orang tua diminta meningkatkan proteksi anak dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau melalui tindakan preventif dan penanganan dini gejala pernapasan.
10 September 2026

APBN Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Menteri Keuangan menegaskan APBN masih aman meski harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel, dengan defisit tetap di bawah 3% dan ruang fiskal cukup.
10 September 2026

10 Bank Mulai Uji Coba Pemungutan PPN Digital
Sepuluh lembaga perbankan resmi melaksanakan uji coba sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri, sebagai langkah awal perluasan kebijakan pajak digital di Indonesia.
10 September 2026

Tunggal Jaya Investama Perkuat Kendali di IMPC Lewat Pembelian Saham Besar
Perusahaan yang mengendalikan Impack Pratama Industri memperbesar kepemilikan hingga 38,39% lewat pembelian 6,6 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.465 per saham pada September 2026.
10 September 2026
Berita Lainnya

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


