IHSG Membuka Pagi Menguat di Tengah Tekanan Global
Indeks saham domestik dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat, didorong sentimen positif meski menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga AS dan lonjakan yield obligasi global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan Jumat (24/9/2026) dengan kenaikan 16,93 poin atau 0,27%, berada di level 6.315,53. Pergerakan awal menunjukkan kekuatan pasar, dengan kenaikan sempat menyentuh 0,45% sebelum mengendur sedikit. Rentang perdagangan pagi ini berada antara 6.311 hingga 6.327, mencerminkan volatilitas yang masih terkendali di awal sesi. Transaksi pasar tercatat sekitar Rp76 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 180,74 juta lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 27.965 kali.
Dari sisi sektor, sebanyak 183 saham menguat, 120 saham melemah, dan 306 saham bergerak datar. Kondisi ini menunjukkan kecenderungan konservatif dari pelaku pasar, yang tetap waspada terhadap berbagai faktor makroekonomi global. Di tengah pekan terakhir, perhatian investor tetap tertuju pada data uang beredar, kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga nilai tukar rupiah, serta hasil pembahasan terkait kondisi ekonomi dan posisi APBN tahun 2027.
Di sisi luar negeri, pasar keuangan global terus mengalami tekanan akibat kenaikan suku bunga AS dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Dua pejabat The Fed, Anna Paulson dari Philadelphia dan John Williams dari New York, menyatakan inflasi masih tinggi dan perlu pengetatan lebih lanjut. Inflasi PCE AS pada Juli mencapai 3,7%, jauh di atas target 2%. Imbal hasil obligasi AS tenor panjang melonjak, dengan yield 30 tahun mencapai 5,48%—level tertinggi sejak 2004, sementara tenor 10 tahun menyentuh 5,20%.
Lonjakan yield ini memperkuat tekanan terhadap pasar keuangan global, termasuk pasar obligasi dan ekuitas. Biaya pinjaman masyarakat di AS pun meningkat, dengan suku bunga KPR 30 tahun kini berada di sekitar 7%. Di Asia-Pasifik, bursa saham menunjukkan pergerakan bervariasi: Nikkei 225 naik 0,25%, Topix menguat 0,40%, sementara S&P/ASX 200 Australia turun 0,48%. Pergerakan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi yang berpotensi memperpanjang inflasi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

