Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Membuka Pagi Menguat di Tengah Tekanan Global

Indeks saham domestik dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat, didorong sentimen positif meski menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga AS dan lonjakan yield obligasi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Membuka Pagi Menguat di Tengah Tekanan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan Jumat (24/9/2026) dengan kenaikan 16,93 poin atau 0,27%, berada di level 6.315,53. Pergerakan awal menunjukkan kekuatan pasar, dengan kenaikan sempat menyentuh 0,45% sebelum mengendur sedikit. Rentang perdagangan pagi ini berada antara 6.311 hingga 6.327, mencerminkan volatilitas yang masih terkendali di awal sesi. Transaksi pasar tercatat sekitar Rp76 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 180,74 juta lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 27.965 kali.

Dari sisi sektor, sebanyak 183 saham menguat, 120 saham melemah, dan 306 saham bergerak datar. Kondisi ini menunjukkan kecenderungan konservatif dari pelaku pasar, yang tetap waspada terhadap berbagai faktor makroekonomi global. Di tengah pekan terakhir, perhatian investor tetap tertuju pada data uang beredar, kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga nilai tukar rupiah, serta hasil pembahasan terkait kondisi ekonomi dan posisi APBN tahun 2027.

Di sisi luar negeri, pasar keuangan global terus mengalami tekanan akibat kenaikan suku bunga AS dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Dua pejabat The Fed, Anna Paulson dari Philadelphia dan John Williams dari New York, menyatakan inflasi masih tinggi dan perlu pengetatan lebih lanjut. Inflasi PCE AS pada Juli mencapai 3,7%, jauh di atas target 2%. Imbal hasil obligasi AS tenor panjang melonjak, dengan yield 30 tahun mencapai 5,48%—level tertinggi sejak 2004, sementara tenor 10 tahun menyentuh 5,20%.

Lonjakan yield ini memperkuat tekanan terhadap pasar keuangan global, termasuk pasar obligasi dan ekuitas. Biaya pinjaman masyarakat di AS pun meningkat, dengan suku bunga KPR 30 tahun kini berada di sekitar 7%. Di Asia-Pasifik, bursa saham menunjukkan pergerakan bervariasi: Nikkei 225 naik 0,25%, Topix menguat 0,40%, sementara S&P/ASX 200 Australia turun 0,48%. Pergerakan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi yang berpotensi memperpanjang inflasi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya