Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Mega mengukuhkan posisinya sebagai pelopor inovasi pembayaran digital nasional dengan meluncurkan dukungan penuh terhadap sistem QRIS Cross Border dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) melalui platform digital M-Smile. Kedua layanan ini hadir sebagai bagian dari komitmen perbankan dalam mendorong transformasi ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Partisipasi dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 menjadi wadah strategis bagi bank untuk menunjukkan eksistensi dan kesiapan infrastruktur teknologi pembayaran lintas batas.
Sebagai salah satu dari 20 Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang berpartisipasi secara langsung, Bank Mega memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampilkan integrasi QRIS Cross Border ke negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara. Nasabah kini dapat melakukan pembayaran di merchant luar negeri—termasuk Korea Selatan dan China—tanpa harus menukar mata uang secara fisik. Sebelumnya, konektivitas sudah tersedia di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, menandai perkembangan pesat dalam ekosistem pembayaran digital yang mendukung mobilitas finansial nasional.
Pengembangan KKI juga menjadi fokus utama, dengan Bank Mega menjadi salah satu pelaku pertama yang mengimplementasikannya. KKI tidak hanya mendorong kemandirian sistem pembayaran dalam negeri, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem keuangan nasional. Layanan ini tetap menghadirkan manfaat loyalitas melalui program MPC Points, di mana setiap transaksi Rp10.000 memberi 5 poin yang dapat digunakan di jaringan ritel milik CT Corp.
Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menegaskan bahwa inovasi ini adalah bentuk respons aktif terhadap kebijakan Bank Indonesia dalam mempercepat digitalisasi ekonomi. Menurutnya, peran perbankan kini bukan sekadar menyalurkan dana, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menyediakan solusi pembayaran modern yang aman, efisien, dan mudah diakses. Dengan terus mengintegrasikan teknologi terkini, Bank Mega berkomitmen memberikan pengalaman transaksi yang mulus baik dalam negeri maupun di luar negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Asing Lepas Saham Rp1,49 Triliun, IHSG Terkoreksi ke 6.298
IHSG turun 1,20% ke level 6.298,61 dipicu penjualan bersih asing mencapai Rp1,49 triliun, dominan di emiten perbankan dan tambang.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

